Connect with us

Corporate

Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Peternak Sapi Perah Lokal

Published

on

Photo Credit : Layanan Perawatan Kesehatan dan Reproduksi oleh KSG/Doc/Greenfields

Telegraf – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan susu di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang semakin mengancam ketahanan pangan susu nasional. PT Greenfields Dairy Indonesia lakukan perluasan program Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG) dengan mengajak para peternak sapi perah lokal.

Diketahui hingga kini, produksi susu dalam negeri masih belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Terdapat kesenjangan yang besar antara kebutuhan susu masyarakat Indonesia sebesar hampir 4,4 juta ton per tahun dengan jumlah susu segar dalam negeri (SSDN) yang hanya sebanyak 997,35 ribu ton per tahun . Kondisi ini mengakibatkan ketergantungan kita terhadap susu impor hingga 80%. Dari jumlah pasokan susu dalam negeri, 51%-nya berasal dari Provinsi Jawa Timur yang telah dikenal sebagai tulang punggung produksi susu sapi perah di Indonesia.

Heru Setyo Prabowo, Head of Dairy Farm Development & Sustainability, Government, Environment and Safety Farm Greenfields Indonesia mengungkapkan dalam webinar beberapa hari lalu.

“Selama 14 tahun, KSG telah memberikan sejumlah dukungan seperti penyuluhan, pembinaan, hingga pelayanan kesehatan kepada para mitra peternak, termasuk ketika wabah PMK merebak. Program KSG tidak hanya menyasar untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak, tetapi juga menyokong hasil produksi susu sapi perah dalam negeri guna memperkuat ketahanan pangan susu nasional,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan dengan visi ‘Greenfields Farming Philosophy’, Greenfields selalu menjamin terjaganya kesegaran dan kualitas seluruh produk mulai dari peternakan, proses produksi hingga tiba di tangan konsumen. Lebih dari itu, Greenfields juga memiliki komitmen ekstra memajukan perekonomian dan industri susu melalui program KSG yang diinisiasi sejak 2007 untuk memacu geliat para peternak sapi perah lokal di sekitar area dua peternakan.

Dikesempatan yang sama Epi Taufik, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor turut berbagi pandangan.

Baca Juga :   Tumbuh Dalam Kebaikan Bersama dalam Every U Does Good Heroes 2022

Produksi susu sapi nasional yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat semakin mengancam ketahanan pangan bangsa, yang kini peringkatnya menurun ke posisi 69 dari 113 negara. Apalagi, susu adalah sumber nutrisi terlengkap yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang kedepannya akan didominasi oleh penduduk muda.

“Greenfields menjadi salah satu contoh pelaku industri yang membantu memenuhi pilar-pilar tersebut melalui komitmen untuk berinvestasi penuh di kedua peternakannya sehingga dapat memproduksi susu segar yang senantiasa terjaga kualitasnya, disertai upaya dalam memberdayakan para peternak sapi perah lokal. Terlebih di masa recovery seperti sekarang, dibutuhkan dukungan dan pendampingan agar para peternak sapi perah lokal mampu bangkit dari wabah PMK dan kembali memainkan peranan penting mereka dalam memenuhi kebutuhan susu nasional,” imbuh Epi.

Ia menambahkan faktanya, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) melaporkan bahwa dari 161.943 ekor sapi peternak GKSI di Jawa Timur, sebanyak 65.157 ekor terpapar wabah PMK, yang mengakibatkan penurunan produksi susu sebesar 30% menjadi 918 ton/hari . Menyikapi hal ini, semua stakeholders perlu saling berkolaborasi untuk menopang pilar kecukupan, stabilitas, ketersediaan, akses, dan kualitas keamanan susu nasional.

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Corporate

Tumbuh Dalam Kebaikan Bersama dalam Every U Does Good Heroes 2022

Published

on

By

Photo Credit : Sesi Foto Bersama Atas Ki-Ka: Mohamad Bijaksana Junerosano – Pendiri Waste4Change dan Greeneration Indonesia, Kristy Nelwan - Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. Bawah Ki-Ka: Amadeus Driando Ahnan-Winarno – Co-Founder Indonesian Tempe Movement, Nicky Clara – Disability Womanpreneur dan Ayu Kartika Dewi – Staf Khusus Presiden RI & Co-Founder toleransi.id/Doc/Ist

Telegraf – Hut ke-89 PT Unilever Indonesia,Tbk (Unilever) Rangkul 100 Pahlawan Masa Kini untuk Wujudkan Indonesia yang Lebih Baik melalui “Every U Does Good Heroes 2022”.

Meengambil tema “89 Years Growing with U and Indonesia”, Unilever umumkan 100 finalis “Every U Does Good Heroes 2022”.

Seratus finalis tersebuta adalah anak-anak muda, para pahlawan masa kini yang siap bertumbuh dan berkolaborasi dengan Unilever Indonesia untuk menciptakan Indonesia yang lebih hijau, sehat, sejahtera, adil dan inklusif.

“Unilever Indonesia yakin bahwa dunia bisnis selayaknya mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi dunia. Untuk itu, sebagai perusahaan yang purpose-led dan future-fit, kami senantiasa menjalankan bisnis berlandaskan purpose untuk memberikan kebaikan bagi lingkungan ataupun masyarakat sehingga mampu untuk terus relevan, bertahan dan berkompetisi di masa depan,” ungkap Kristy Nelwan, Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk melalui webinar , Senin (5/12).

Ia juga mengungkapkan selain berkomitmen menjadi perusahaan yang purposeful, Unilever percaya bahwa brand with purpose grow, dan people with purpose thrive. Untuk itu, seluruh brand kami memiliki purpose kuat untuk memberikan dampak kebaikan, dan tak kalah penting, kami juga terus mendorong masyarakat untuk menjadi lebih purposeful – antara lain dengan menjadi konsumen yang lebih bijak dan kritis saat memilih brand, dan memulai aksi-aksi nyata untuk berkontribusi terhadap Indonesia yang lebih baik.

Hadir dalam webinar Mohamad Bijaksana Junerosano – Pendiri Waste4Change dan Greeneration Indonesia sekaligus mentor Every U Does Good Heroes 2022 mengatakan mengali potensi pada diri untuk menjadi manusia yang memiliki dampak dan memiliki manfaat adalah Wisdom.

Baca Juga :   Tumbuh Dalam Kebaikan Bersama dalam Every U Does Good Heroes 2022

“W yang pertama adalah watak untuk memahami siapa kita kekuatan kita dan kelemahan kita, semakin kita mengetahui diri kita kita akan bisa sangat produktif untuk bermanfaat. Watak disini sebagai start/akar, kita untuk bergerak,” tuturnya.

Lanjutnya I adalah impian yang menjadi garis finis. dan S adalah strategi, D nya adalah dedikasi dan yang terakhir adalah Managemen.

“Tidak ada Heroes yang tiba tiba sempurna jadi perlu sebuah proses dengan, terus berdedikasi melalui kerja cerdas dan kerja keras dalam menyikapi jika terjadi kegagalan melalui managemen yang baik,” kata Sano.

Amadeus Driando Ahnan-Winarno – Co-Founder Indonesian Tempe Movement yang juga selaku mentor mengatakan semua dari pengetahuan adalah pengalaman, setiap pengalaman manusia itu memiliki arti.

“Jangan pernah melupakan betapa berharganya pengalaman kita pribadi karena terlepas semua di semua ilmu pengetahuan yang kita google pasti ada yang belumorang lain tulis dan itu bisa jadi pengalaman di hidup kita sendiri. Dan itu bisa menjadi suport atau bensin kita sendiri untuk berbuat baik,” ungkap Driando

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Corporate

Stop Workplace bullying Unilever Luncurkan E-Booklet Anti Workplace Bullying

Published

on

By

Photo Credit : Peringati Hari Toleransi Internasional 2022,Unilever Indonesia dan Komunitas Sudah Dong Luncurkan E-booklet Anti Workplace Bullying/Doc/Unilever

Telegraf – Peringati Hari Toleransi Internasional 2022,Unilever Indonesia dan Komunitas Sudah Dong luncurkan E-booklet anti workplace Bullying “Sadari, Kenali, Atasi Workplace Bullying”

Kristy Nelwan, Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. mengatakan Unilever komitmen berkelanjutan untuk mengedepankan kesetaraan, keberagaman dan inklusi di tengah lingkungan kerja ataupun masyarakat.

Workplace bullying adalah perilaku yang mengganggu atau menyakiti kesehatan fisik dan mental seseorang dan dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk kekerasan verbal, perilaku ofensif, ancaman, mempermalukan, mengintimidasi, hingga menyabotase suatu pekerjaan . Jika dibiarkan, workplace bullying menjadi bentuk intoleransi dan diskriminasi yang membudaya, bahkan dinormalisasi di tempat kerja.

“Sejalan dengan strategi ‘The Unilever Compass’, Unilever Indonesia ingin terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, termasuk dengan menerapkan prinsip zero tolerance untuk bullying di tempat kerja. Berpegang pada kode etik bernama Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT), kami menindak tegas perilaku menyinggung, mengintimidasi, atau menghina, termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying atas dasar perbedaan ras, usia, peran, gender, agama, kondisi fisik, kelas sosial, hingga pandangan politik sekalipun,” ungkapnya dalam peluncuran E-booklet Anti Workplace Bullying, Kamis (17/11).

Dikesempatan yang sama Tantri Arihta Sitepu, Volunteer dari komunitas Sudah Dong mengatakan tindakan workplace bullying sebenarnya dapat dicegah, antara lain dengan cara membangun relasi yang baik dengan rekan-rekan kantor, yang tentu saja membutuhkan personal effort sehingga kita paling tidak bisa mengetahui personal interest masing-masing; menggali prinsip personal satu sama lain melalui percakapan sehari-hari; tidak memaksakan prinsip personal kita pada orang lain.

Baca Juga :   Tumbuh Dalam Kebaikan Bersama dalam Every U Does Good Heroes 2022

Lanjutnya berkomunikasi dengan jelas tentang apa yang kita suka atau tidak suka dengan kata-kata yang santun; hingga memahami bahwa kita tidak mungkin bekerja sendiri.

“Di sisi lain, memastikan keamanan serta kenyamanan pekerja saat bekerja, baik di kantor maupun secara remote dengan menyediakan aturan dan sanksi yang jelas merupakan kewajiban semua perusahaan, layaknya Unilever Indonesia yang sudah secara sistematis menjalankan hal tersebut. Agar dapat diikuti oleh lebih banyak perusahaan, masih diperlukan edukasi lebih banyak tentang bagaimana perusahaan mampu memastikan bahwa para pekerja merasa aman, nyaman, dan, utamanya, terlindungi dari tindakan workplace bullying ataupun bentuk kekerasan lainnya,” kata Tantri.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Corporate

Wellness Day 2022 dari Bank Muamalat Ajakan Hidup Sehat

Published

on

By

Photo Credit : Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Achmad K. Permana (kanan depan) beradu panco dengan atlet binaraga dan influencer olahraga Ade Rai (kiri depan) disaksikan oleh Chief Human Capital Officer PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Riksa Prakoso (kanan belakang), Marketing Director PT JMA Syariah Aji Darmaji (kiri belakang) dan President Director PT Multiniaga Intermedia Proteksi (MIP) Albert Budi Dharmatama (tengah belakang) dalam event Wellness Day 2022 di Jakarta, Selasa, (15/11)/Doc/Muamalat

Telegraf – Melalui Wellness Day 2022 dan hadirkan influencer olahraga Ade Rai PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, tingkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Chief Human Capital Officer Bank Muamalat Riksa Prakoso menjaga kesehatan fisik dan mental di tempat kerja adalah hal yang sangat penting karena akan berpengaruh terhadap produktifitas karyawan. Jika kualitas hidup karyawan terjaga maka diharapkan performa di tempat bekerja juga akan ikut meningkat. Hal ini sejalan dengan slogan perusahaan yaitu IDEAL (Islami, Modern, Profesional).

“Kami ingin menciptakan suasana di mana karyawan bisa bekerja sembari tetap menikmati hidup. Oleh karena itu, di Bank Muamalat kami menyiapkan fasilitas olahraga yang nyaman, menggelar kegiatan olahraga secara rutin dan memberikan benefit yang mendukung kesehatan karyawan di tempat kerja,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan Bank Muamalat ingin menciptakan suasana bekerja yang mendukung work-life balance. Untuk tahun ini, perusahaan lebih menitikberatkan pada peningkatan kesadaran karyawan terkait dengan kesehatan diri sendiri.

Pemilihan Ade Rai diharapkan dapat memberikan insight kepada karyawan terhadap pentingnya pola hidup sehat dan bugar. Adapun program Bank Muamalat terkait kesehatan karyawan antara lain Branch Wellness Festival, Healthy Corner, Muamalat Fit (M-Fit), Reward Keluarga Sehat, Vaksinasi Influenza, Branch Health Competition.

Ia menutup kualitas hidup karyawan yang sehat tidak hanya berdampak positif di lingkungan kantor tetapi juga dapat berdampak positif terhadap kualitas hidup di dalam keluarga karyawan.

Baca Juga :   Tumbuh Dalam Kebaikan Bersama dalam Every U Does Good Heroes 2022

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Corporate

FJB 2022 Dorong Lestarikan Kuliner Indonesia

Published

on

By

Photo Credit : Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI kunjungi salah satu stand di FJB 2022/Dok/ist

Telegraf – Hari Terakhir Festival Jajanan Bango (FJB) 2022, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju lakukan kunjungan ke FJB 2022.

Antara lain Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dan Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Turut hadir pula Triawan Munaf – Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI (Bekraf RI).

Apresiasi dan kebanggaan terhadap penyelenggaraan FJB setiap tahunnya, dan menyampaikan harapan mereka terhadap kontribusi festival kuliner akbar ini terhadap kemajuan industri kuliner tanah air.
Hal itu di ungkapkan oleh Sandi.

“Di momentum kebangkitan setelah pandemi, Kemenparekraf akan terus mengawal agar kegiatan-kegiatan seperti FJB ini bisa terus berkelanjutan. Apalagi, Festival Jajanan Bango adalah festival kuliner terbesar di Indonesia dengan target 100.000 pengunjung. Pesan saya, FJB harus 3G: Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama) dan Gaspol (garap semua potensi untuk buka lapangan usaha dan lapangan kerja). Sukses terus untuk Bango dan FJB!, ” ungkap Sandi.

Dikesempatan yang sama Retno mengungkapkan kegiatan semacam FJB harus di persering sehingga masyarakat akan terbiasa menemukan makanan khas Indonesia yang enak, Retno juga mengajak masyarakat bersama sama untuk mempromosikan makanan Indonesia.

“Saya kira FJB adalah sangat bagus, bagaimana kita bisa men-showcase berbagai macam makanan Indonesia. Showcase semacam ini perlu dipersering. Masyarakat itu akan terbiasa kalau sering menemukan; menemukan makanan-makanan Indonesia yang enak, mudah didapat, dan sebagainya. Jadi saya cukup optimis bahwa kalau kita semua merawat makanan Indonesia dan pada akhirnya menyukainya, maka akan mudah bagi kita untuk mempromosikan juga makanan itu keluar negeri. Mari kita bersama sama dan promosikan makanan Indonesia agar lebih mendunia,” tuturnya.

Baca Juga :   Tumbuh Dalam Kebaikan Bersama dalam Every U Does Good Heroes 2022

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, juga mengapraesiasi kehgiatan yang di lakukan Bango. Festival yang memberikan suatu kebanggaan bagi bangsa karena pelaku UMKM terlibat langsung didalamnya.

“Apa yang Bango lakukan melalui festival ini satu sisi secara makro merupakan upaya korporasi yang memang memberikan suatu kebanggaan bagi bangsa. Tetapi ingat, pelaku UMKM yang terlibat ini harus terus dilindungi, bahkan saya mengusulkan kecap Bango bikin cluster seperti ini juga di Singapura, Malaysia, Belanda dan Saudi karena saat kita ada di luar negeri, pasti kita merasa kangen dengan makanan Indonesia. Bango dengan korporasinya bisa mengangkat ini dan menjadikannya satu kekuatan,” ungkap Budi.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Corporate

OJK Bersama Forum Pemred Lakukan Jurnalis Class Agkatan Ke Dua

Published

on

By

Credit Photo :

Telegraf – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi wartawan media massa khususnya mengenai sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) kembali melaksanakan Journalist Class untuk Angkatan 2.

Kepala Departemen OJK Institute Agus Sugiarto mengatakan dengan penyelenggaraan Journalist Class ini wartawan dapat memahami tugas pokok dan fungsi OJK di bidang pengaturan, pengawasan, perlindungan konsumen, memahami perkembangan perekonomian global dan Indonesia secara umum, serta menjadi duta informasi sektor jasa keuangan.

Pelaksanaan Journalist Class sejalan dengan komitmen OJK bersama Forum Pemred untuk mewujudkan jurnalis yang berkualitas.

Dalam pelaksanaan kelas jurnalis, disampaikan beberapa materi atau topik, antara lain:
1. Pengawasan Perbankan di Era Digital;
2. Kebijakan Perbankan Pasca Pandemi Covid-19;
3. Penerapan Sustainable Finance di Sektor Jasa Keuangan;
4. Kebijakan Pasar Modal;
5. Perkembangan Pasar Modal Syariah;
6. Pengawasan Emiten di Pasar Modal;
7. Perkembangan Inovasi Keuangan Digital di Indonesia;
8. Upaya dalam Mengakselerasi Peningkatan Literasi Keuangan;
9. Perlindungan dan Penyelesaian Sengketa Konsumen Jasa Keuangan;
10. Penerapan Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko yang Efektif di Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank; dan
11. Perkembangan Industri Fintech P2P Lending.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close