Cara Belajar Baru Manfaatkan Teknologi

"Kami sangat menjaga kualitas baik konten tutor maupun teknologi yang kita gunakan, karena ke 3 hal tersebut sangat di butuhkan oleh guru dan pelajar, serta disesuaikan dengan negara yang bersangkutan sesuai dengan kurikulum yang ada di negara tersebut, untuk indonesia sesuai dengan kurikulum yang di keluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud)"

Cara Belajar Baru Manfaatkan Teknologi

Telegraf, Jakarata – Di era globalisasi perkembangan teknologi tidak bisa dielakkan lagi, tak hanya orang orang dewasa yang memanfaatkan teknologi tersebut anak muda bahkan anak-anak, hingga sudah susah di pisahkan dengan teknologi yang sekarang sudah modern seperti Gadget.

Hal semacam inilah peran guru dan orang tua sangatlah penting, khususnya bagi anak anak yang masih di bangku sekolah, bimbingan dan pantauan orangtualah yang harus berperan untuk mengendalikan pengunaan teknologi tersebut. Salah salah pengunaan teknologi tersebuat di pergunakan untuk hal hal yang tidak diinginkan

Melihat peluang ini Quipper perusahaan edukasi teknologi dari inggris yang konsen dibidang pendidikan melahirkan sebuah metode belajar dengan memanfatkan Gedget yaitu dengan konsep e-learning pembelajaran berbasis digital yang akan membantu guru dan siswa dalam memperoleh akses pendidikan berkualitas dimana saja dengan lebih menarik dan menyenangkan.

PR & Marketing Manager Quipper Tri Nuraini Quipper mengatakan mewujudkan visinya sebagai distributor of wisdom dan berkontribusi meminimalisir kesenjangan pendidikan berbagai belahan dunia termasuk Indonesia sejalan dengan arah kebijakan dan strategi pembangunan pemerintah, sejak hadir di Indonesia 2 tahun lalu Quipper telah membantu proses belajar lebih dari 2,5 juta pelajar 50 ribu diantaranya adalah penguna Quipper video, melatih 200 ribu guru, menjangkau 5.000 sekolah.

“Kami sangat menjaga kualitas baik konten tutor maupun teknologi yang kita gunakan, karena ke 3 hal tersebut sangat di butuhkan oleh guru dan pelajar, serta disesuaikan dengan negara yang bersangkutan sesuai dengan kurikulum yang ada di negara tersebut, untuk indonesia sesuai dengan kurikulum yang di keluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud),” Ujarnya saat pres konfrance di jakarta Jumat (28/4/17).

Menurut pakar pendidikan Itje Chodjidjah pengaruh teknologi di era globalisasi adalah sangat besar sekali bisa hingga menjangkau daerah pelosok indonesia, berbicara teknologi, teknologi itu bisa di gunakan untuk apapun jika digunakan secara benar dan berbasis pada e-learning maka saya yakin akan cepat sekali pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas.

“Jika berbicara menganai pembelajaran (e-learning) disini bukan teknologinya tetapi kita berbicara pembelajarannya itu sendiri dan berbicara pembelajaran itu tidak pernah bergeser dari pembelajarannya oleh karena itu konten menjadi penting, konten yang berkualitas menjadi utama bukan sekedar akses teknologinya,” paparnya di tempat yang sama.

Ditemui di tempat yang sama Ari Santoso Kabid Humas Kemendikbud mengatakan untuk membangun bagsa khususnya pendidikan tanpa keterlibatan masyarakat dan steakholder semua pihak itu tidak mungkin, tanpa adanya sekolah swasta berapa banyak siswa tyang tidak bisa sekolah karena keterbatasan kemampuan pemerintah.

“Selain pembelajara kita juga harus mengembangkan disi dari sisi penilaian yang antara lain, dari analisis, efaluasi dan mencipttakan pertanyaan, karena sistem evaluasi itu akan mempengaruhi proses belajar mengajar” ungkapnya.

Informasi tambahan
Platform bebas biaya Quipper School dirancang khusus bagi guru dan siswa untuk membantu dan meningkatkan kualitas belajar mengajar, dari 5000 sekolah yang sudah di jangkau Quipper 58% penggunanya lulus Ujian Nasional (UN) 2016 dan 50% diantaranya lulus SBMPTN dan diterima di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Di mana, Quipper juga mendapat dukungan dari 45 dinas pendidikan tingkat kota/kabupaten dan provinsi. (Red)

Credit Foto : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia