Bekraf Ajak Pemilik IP untuk Tingkatkan Pemasaran Lisensi

"Sebuah gagasan bisa di lipat gandakan nilai ekonominya tanpa perlu menyandarkan pada kekuatan produksi, ini yg sangat penting yang akhirnya muncul instilah model intelektual properti dimana bisnis ekonomi kreatif sangat mengandalkan dari kekuatan kapitalisasi intelektual properti right untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi yang dominan yang lebih besar"

Bekraf Ajak Pemilik IP untuk Tingkatkan Pemasaran Lisensi

Telegraf, Jakarta – Pemerintah terus bangkitkan kreatifitas anak anak muda, dimana era digtal sudah maju pesat, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ajak para profesional diindustri kreatif atau pemilik Intellectual Properti (IP) berkolaborasi antar para ahli lintas bidang untuk meningkatkan pemasaran lisensi.

“Sebuah gagasan bisa dilipat gandakan nilai ekonominya tanpa perlu menyandarkan pada kekuatan produksi, ini yg sangat penting yang akhirnya muncul instilah model intelektual properti dimana bisnis ekonomi kreatif sangat mengandalkan dari kekuatan kapitalisasi intelektual properti right untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi yang dominan yang lebih besar,” hal itu diungkapkan oleh Deputi 4 Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak saat knfrensi pers di Jakarta.

Joshua menjelaskan Bekraf Bekraf akan menjembatani para pelaku kreatif atau pemilik IP dengan para ahli dibidang pemasaran lisensi IP. Tujuannya, membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk mengembangkan berbagai IP local serta memperkuat nilai jual dalam dan luar negeri dengan Program Katapel.

Program Katapel ini diadakan BEKRAF yang bekerjasama dengan Asosiasi Industri Animasidan Kreatif Indonesia (AINAKI) dan didukung konsultan IP kreatif Danumaya Dipa.
Semua pelaku kreatif, kreator, dan mitra bisnis para creator dari berbagai bidang kreatif khususnya di bidang animasi, film, komik, dan games bias mendaftar untuk mengikuti Program Katapel.

Ditemui di tempat yang sama Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf mengatakan kontribusi sektor ekonomi kreatif itu masih terbesar berada di 3 bidang yaitu kuliner kriya dan faasion yang mana sektor ni berbasis pada kekuatan produksi.

“Cepat atau lambat dan segera program Katapel ini perlu ditetapkan di Indonesia supaya perkembangan sektor ekonomi kreatif dapat mengarah ke kapitalisasi dan Intellectual property/ IP serta tidak hanya sebagai pemain nasional saja tetapi juga sebagai pemain internasional,” tuturnya.

Baca Juga  Menaker: Kenaikan UMP Sebesar 8,03% Ditetapkan Pada 1 November

Bonifasius Wahyu Pudjianto, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Ide intellectual property /IP sebenarnya sudah cukup lama. Seperti contoh di bidang science, ada paten. Di sini juga harus melakukan hal yang sama untuk yang sifatnya hak kekayaan kita. IP ini yang saat ini baru kemasannya belum terbentuk, nah inilah tujuannya program Katapel

“Katapel mengingatkan kita kepada permainan tempo dulu yang anak-anak zaman sekarang sudah mulai lupa bahkan tidak tahu dan bertujuan untuk melontarkan para pelaku kreatif dengan karya ciptanya yang sudah dilindungi dengan IP ini.” kata Bona. (Red)


Credit Photo : Bekraf Ajak Pemilik IP untuk Tingkatkan Pemasaran Berlisensi/telegraf


Share