Dalam sambutanya, Junaedi menyampaikan apresiasinya karena dinilai telah menjaga marwah partai.
“Saya ucapkan terima kasih, telah mendaftarkan diri ke DPC PDI Perjuangan. Karena sebagai kader, artinya telah menjaga dan menghargai marwah partai,” katanya.
“DPC PDI Perjuangan hanya melakukan penjaringan. Soal rekomendasi sepenuhnya menjadi hak prerogratif Ketua Umum DPP PDI Pejuangan, Ibu Megawati Sukarno Putri,” tegasnya.
BM sendiri menyebut keputusannya untuk mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan sebagai cara untuk memenuhi etika politik. Sebagai kader, ia merasa perlu mengikuti mekanisme partai setelah namanya banyak ditiupkan sebagai salah satu kandidat oleh independen.

“Sebagai kader, ada etika politik yang harus saya junjung. Sekian lama nama saya disebut-sebut oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam aliansi independen. Selama itu pula saya diam,” jelas pria yang hoby photography dan musik dan juga sastra tersebut.
Terkait dengan API, BM mengaku telah berkoordinasi. Sebelum memutuskan ikut mendaftarkan diri melalui jalur partai, dia terlebih dulu melakukan komunikasi dengan presidium API, katanya pada saat dihubungi, Sabtu (09/11/19).
“ Sudah ada komunikasi. Tidak mungkin saya ikut mendaftar ke partai tanpa koordinasi dan komunikasi dengan API. Karena dari sanalah (API-red), nama saya lahir mewarnai kontestasi politik pilkada Pemalang tahun 2020,” jawabnya singkat. (Red)