Asuransi Jiwa Bumiputra Kembali Beroperasi Besok Jumat 23 Maret 2018

"Berdasarkan laporan Pengelola Statuter AJBB dan hasil pemeriksaan OJK, kami memandang AJBB sudah siap kembali untuk memasarkan produk asuransinya sejalan dengan upaya program penyehatannya"

Asuransi Jiwa Bumiputra Kembali Beroperasi Besok Jumat 23 Maret 2018


Telegraf, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberi iji kepada Asuransi Jiwa Bersama Bumiputra 1912 (AJBB) untuk menjual produk produk asuransinya kepada masyarakat dalam upaya penyehatan perusahaan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan keputusan yang diambil telah melewati pemeriksaan langsung di AJBB pada tanggal 7 hingga 23 februari 2018 serta memastikan persiapan AJBB dalam melaksanakan operasionalnya.

“Berdasarkan laporan Pengelola Statuter AJBB dan hasil pemeriksaan OJK, kami memandang AJBB sudah siap kembali untuk memasarkan produk asuransinya sejalan dengan upaya program penyehatannya,” kata Wimboh saat konfrensi pers di kantornya Jl Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Untuk mempercepat dan memperluas jaringan servisnya Wimboh mengatakan AJBB akan bekerjasama dengan beberapa bank dalam menawarkan produknya. “Sehingga masyarakat bisa dateng ke bank bank yang nantinya ini menjadi mitra dari AJBB,” tuturnya Kamis (22/3/18)

Wimboh juga mengatakan AJBB ini tetap Asuransi mutual yg regulaainya sudah di keluarkan berapa minggu melalui Peraturan OJK no 1/POJK.05/2018 mengenai Ksehatan keuangan bagi perusahaan Asurannsi berbentuk badan hukum usaha bersama, sehingga mempunyai basis regulasi khusus untuk asuransi mutual.

Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Riswinandi mengatakan AJBB merupakan perusahaan asuransi tertua yang memiliki banyak nasabah yang cukup loyal, yang di perkirakan pemegang polis sebanyak 4,5 juta baik individu maupun kelompok yang masih berpotensi memanfaatkan produk produk AJBB.

Baca Juga :   Mau Lakukan Perjalanan Pada 21-25 Juli, Ini Syaratnya

“OJK sebagai regulator sudah merevewe lagi progres yang berjalan dengan rencana restrukturisasi pada waktu itsaat itu, tetapi dengan evaluasi yang di lakukan bersama dengan pengelola Stauter dan pengelola stauter menyimpulkan bahwa proses strukturisasi ini keliatanya memang tidak cocok untuk diteruskan maka akhirnya mengambil kebijaksanaan untuk menguwind (penghetian program restrukturisasi sebelumnya),” ungkap Riswinandi. (Red)


Credit Photo: Gedung Otoritas Jasa Keuangan Jl. Lamapngan Banteng, Jakarta Pusat/Telegraf.co.id


Atti K.

close