Apa Penyebab Novel Baswedan Dinilai Tak Kooperatif Oleh Ombudsman?

"Tidak benar Novel tidak kooperatif karena Novel menjawab setiap pertanyaan dan bersedia di-BAP meskipun sakit. Dia tidak menjawab soal Jendral yang diduga terlibat karena tidak mungkin diselesaikan oleh kepolisian melainkan TGPF yang independen,"

Apa Penyebab Novel Baswedan Dinilai Tak Kooperatif Oleh Ombudsman?


Telegraf, Jakarta – Alghifari Aqsa kuasa hukum dari Penyidik KPK Novel Baswedan, mempertanyakan maksud dari anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala yang menyebut bahwa kliennya tersebut tidak kooperatif karena Novel ketika diperiksa penyidik karena selalu irit bicara.

Padahal, salah satu tugas Ombudsman adalah menyoroti buruknya pelayanan publik di kepolisian. Bukan malah menyerang korban. Hal itu bisa menjurus kepada dugaan maladministrasi.

“Apakah ia sedang bermanuver atau betul menjalankan tugas? Apakah tindakannya merupakan keputusan lembaga? Jangan sampai Ombudsman justru yang melakukan maladministrasi,” ujar Alghifari, seperti dilansir Antara, Rabu (14/02/2018).

Menurut Alghifari, kewenangan Ombudsman seharusnya mengkritisi pelayanan publik di Kepolisian. Bukan sebaliknya.

“Kita harus tanyakan apa intensi dari Komisioner Ombudsman berpendapat demikian, karena lazimnya Ombudsman justru mengkritisi pelayanan publik dan buruknya administrasi kepolisian, bukan menyerang Novel Baswedan yang merupakan korban kekerasan,” sindirnya.

Alghifari juga membantah jika kliennya itu tidak kooperatif.

“Novel sudah memberi nyaris semua keterangan yang diperlukan kepolisian untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadapnya,” ungkapnya.

“Tidak benar Novel tidak kooperatif karena Novel menjawab setiap pertanyaan dan bersedia di-BAP meskipun sakit. Dia tidak menjawab soal Jendral yang diduga terlibat karena tidak mungkin diselesaikan oleh kepolisian melainkan TGPF yang independen,” jelasnya.

Pemeriksaan terhadap Novel itu berlangsung pada 14 Agustus 2017 di KBRI Singapura. Saat itu, Novel didampingi oleh tim KPK, termasuk Ketua KPK Agus Rahardjo, dan tim penasihat hukumnya, yang salah satunya adalah Alghifari.

Dihubungi terpisah, kakak dari Novel, Taufik Baswedan, meragukan pengakuan Polda Metro Jaya dan Ombudsman soal tipisnya BAP terhadap Novel. Sebab, pemeriksaan terhadap Novel berlangsung lama.

“Kalau BAP sedikit, tidak mungkin lah, karena pemeriksaannya kan lama,” kata dia, yang tengah berada di Singapura.

Taufik menduga, pihak kepolisian baru memperlihatkan sebagian BAP kepada Ombudsman. “Kalau Adrianus diberikan BAP oleh polisi hanya sebagian itu mungkin saja,” tambah dia.

Sebelumnya, Adrianus, yang merupakan pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian PTIK, meminta kepada Novel untuk bekerjasama dengan kepolisian untuk memberitahukan soal pihak-pihak yang diduga sebagai pelaku, serta kasus-kasus yang sedang diselidikinya. Pernyataan ini disebutnya sebagai pendapat pribadi. (Red)


Photo Credit : Adrianus Meliala sebut Novel Baswedan tidak kooperatif karena ketika diperiksa oleh penyidik Novel selalu irit bicara. Net/Yusuf Pamuncak

KBI Telegraf

close