Anies Baswedan Ingin Merevitalisasi Kembali Bangunan Bersejarah di Jakarta

Anies Baswedan Ingin Merevitalisasi Kembali Bangunan Bersejarah di Jakarta

"Kita akan menjadikan Masjid Al Mamur ini sebagai aset wisata, Pemda akan mengelola, melakukan revitalisasi dan membantu publikasi agar tempat ini semakin layak untuk dikunjungi tak hanya untuk salat tapi juga menambah wawasan sejarah,"

Anies Baswedan Ingin Merevitalisasi Kembali Bangunan Bersejarah di Jakarta


Telegraf, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan berkomitmen untuk menata dan revitalisasi kembali bangunan bersejarah yang ada di Jakarta.

Hal tersebut disampaikannya usai menunaikan shalat di Masjid Jami Cikini Al-Mamur yang menarik perhatiannya, karena dibangun sebelum masa sebelum kemerdekaan pada tahun 1932 yang dipelopori H. Agus Salim dan digunakan tempat berkumpul para tokoh nasional pada masanya.

Anies berkeliling ke setiap sudut masjid yang masih memiliki bagian – bagian yang masih orisinil, dia pun terheran dengan tempat tersebut.

“Masjid ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, menjadi salah satu bangunan saksi perjuangan kemerdekaan di Jakarta. Di tempat ini kita bisa mengambil teladan semangat pahlawan yang berkobar untuk berdiri di atas kaki sendiri,” kata Anies di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, (17/05/2017).

Dia ingin menjadikan masjid ini sebagai salah satu tujuan wisata historis yang masuk pada program kerjanya, menjadi tempat untuk menggali sejarah bagi para pelajar.

“Kita akan menjadikan Masjid Al Mamur ini sebagai aset wisata, Pemda akan mengelola, melakukan revitalisasi dan membantu publikasi agar tempat ini semakin layak untuk dikunjungi tak hanya untuk salat tapi juga menambah wawasan sejarah,” terang Anies.

Harapannya jika tempat tersebut sudah tertata dengan baik, ia ingin generasi penerus memanfaatkannya sebagai salah satu wadah keberagaman agama dan inspirasi untuk ikut ambil bagian dalam mengubah bangsa lewat politik.

“Kita bisa lihat masjid ini dulu tempat berkumpulnya para tokoh nasional yang berjuang lewat pemikiran-pemikirannya, menjadikan narasi-narasi sebagai tonggak perubahan. Sangat relevan untuk menjadi rujukan historis bagi para pelajar sebagai pemimpin masa depan,” ungkap Anies. (Red)

Photo Credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close