AHY Akui Siap Maju Sebagai Kandidat Capres Pada Pilpres 2019 Nanti

"Realitasnya adalah bahwa Presidential threshold 20 persen. Jadi boleh kita bersemangat untuk diusung dan lainnya sebagainya, tetapi kalau tidak ada tiket 20 persen, seberapa tinggi elektabilitas seseorang, sulit rasanya masuk di kontestasi politik 2019,"

AHY Akui Siap Maju Sebagai Kandidat Capres Pada Pilpres 2019 Nanti

Telegraf, Jakarta – Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab dipanggil dengan nama AHY mengaku realistis melihat peluang pada dirinya untuk menjadi calon presiden (Capres) pada pemilu 2019 mendatang. Hal itu karena adanya aturan ambang batas minimal mengajukan Capres atau yang biasa disebut dengan presidential threshold yang minimal 20 persen.

‎”Saya adalah orang yang realistis,” kata AHY usai bertemu Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Rabu (07/03/18).

Ia menjelaskan mengamini setiap ada semangat, harapan, aspirasi dari kader Demokrat dan masyarakat luas yang mengingikan harus bisa menjadi alternatif. Terhadap doa yang baik tersebut harus diterima sebagai amanah. Namun aturan Undang-Undang (UU) harus dipatuhi.

“Realitasnya adalah bahwa Presidential threshold 20 persen. Jadi boleh kita bersemangat untuk diusung dan lainnya sebagainya, tetapi kalau tidak ada tiket 20 persen, seberapa tinggi elektabilitas seseorang, sulit rasanya masuk di kontestasi politik 2019,” katanya.

AHY menegaskan bahwa fakta yang ada bukan malah mengendorkan semangat tetapi sebuah ujian agar bisa sukses di pemilu 2019 nanti. Dirinya bersama Partai Demokrat akan bekerja sekuat tenaga untuk meraih kemenangan.

‎”Ini bukan mengendorkan semangat, tetapi menambah semangat kami. Kami harus berjuang dengan sekuat tenaga agar 2019 sukses, karena kami masih punya masa depan. Kami adalah orang-orang yg senang mempersiapkan diri. Saya ingin terus mempersiapkan diri sekali lagi untuk kapan pun Tuhan, negara, sejarah memanggil saya untuk masuk lagi dalam sebuah kompetisi,” jelasnya.

Siap Berkoalisi

Terkait bagaimana strategi di Pemilu dan Pilpres 2019 AHY juga mengemukakan partainya siap dengan berbagai skenario yang terjadi pada pemilu 2019 nanti. Terkait sikap Demokrat yang tidak terbatas pada satu atau dua skenario koalisi saja.

‎”Semua masih mungkin. Kami di Demokrat akan terus mempersiapkan diri dengan berbagai skenario,” katanya.

Agus menjelaskan dirinya bersama PD terus melakukan komunikasi politik dengan partai mana saja. Dari berbagai komunikasi tersebut belum ada keputusan atau pilihan yang sudah final.

“Terlalu dini untuk memutuskan karena masih akan terjadi banyak momentum. Dan juga komunikasi di antara elite dan kader-kader partai yang ada atau peserta pemilu mendatang. Semua masih mungkin,” ujarnya.

Saat ditanya apakah pembentukan poros ketiga, diluar Jokowi dan Prabowo Subianto sudah mengerucut, Agus menegaskan semua bergantung dinamika. Proses politik masih sangat cair.

“Saya tidak bisa mengatakan ada poros ketiga atau berapapun poros yang akan ada di pemilu 2019. Sekali lagi saya melihat di semua partai politik akan melakukan kerja mencoba membangun koalisi. Jelas koalisi itu adalah sebuah keniscayaan ketika tidak ada satu partai pun yang memiliki cukup tiket untuk mengusung capres atau cawapres nya sendiri di tahun 2019 nanti,” terangnya.

Dia juga mempersilahkan ke publik soal wacana Demokrat bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi. Menurutnya, tugas Demokrat adalah bersama-sama membangun bangsa untuk menjadi lebih baik.

“Saya tidak akan bisa mematahkan spekulasi publik apalagi kalau sudah masuk ke ranah politik. Saya pikir sah-sah saja jika ada yang berpikir seperti itu. Tetapi yang jelas sekali lagi semangat yang kami bangun adalah untuk menjembatani komunikasi sehingga tidak terjadi kebuntuan informasi dan komunikasi,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengaku realistis melihat peluang untuk menjadi calon presiden (Capres) pada pemilu 2019 mendatang. | File/Dicky Sasra

Tanggapi Artikel