Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pertumbuhan Ekonomi Tahun Lalu Hanya Tumbuh 5,0%
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Tahun Lalu Hanya Tumbuh 5,0%

Atti K. Selasa, 3 Januari 2017 | 18:09 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan realisasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2016 hanya mampu tumbuh sebesar 5,0 persen atau di bawah target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2016 yang diharapkan bisa mencapai 5,2 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah telah menjalankan APBN 2016 secara kredibel, efektif, dan efisien serta berkelanjutan dengan melakukan penyesuaian terhadap belanja. Menurut dia, hal ini akan terus dilakukan sebagai antisipasi menghadapi ketidakpastian eksternal.

Ia menjelaskan, di tengah perlambatan ekonomi global dan banyak lembaga internasional terus melakukan revisi ke bawah dari pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia akan terus menjaga dan mendorong perekonomian domestik. Sehingga Indonesia tidak akan terlalu terpengaruh oleh kondisi perlambatan ekonomi global.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,0 persen, kita perkirakan karena investasi dan konsumsi sumbang pertumbuhan ekonomi. Tentu ini masih angka sementara, nanti (angka) yang pasti dalam bentuk audited,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers pelaksanaan APBN-P 2016 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1).

Lebih lanjut Sri Mulyani menyatakan, jika konsumsi pemerintah masih relatif flat atau stagnan, hal itu karena dilakukannya penyesuaian pada triwulan ketiga dan keempat akibat APBN mengalami tekanan cukup besar. Akan tetapi kebijakan tersebut memberikan harapan baru karena APBN menjadi lebih efisien dan kredibel.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada tiga variabel yakni konsumsi, belanja pemerintah, dan investasi. Jika konsumsi rumah tangga terjaga di 5,0 persen, konsumsi pemerintah masih sangat flat,” ujarnya.

Baca Juga :  BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Ia menyebutkan, dari sisi suplai diharapkan ke depannya akan menciptakan momentum di 2017. Untuk sektor pertambangan dan penggalian pertumbuhannya positif, ada tren pembalikan arah dari yang mengalami kontraksi tahun lalu, sekarang sudah mulai membaik dari sisi harga maupun produksi.

Dari sisi suplai, kata dia, sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,0% adalah sektor jasa, pergudangan, transportasi, dan keuangan. “Ini sektor yg terus berkembang di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan jasa keuangan mengalami pertumbuhan dobel digit,” ujarnya.

Sri Mulyani memaparkan, realisasi indikator makro tahun 2016 selanjutnya adalah inflasi sebesar 3,1% atau lebih rendah dari target APBN-P 2016 yang sebesar 4,0%, lalu untuk realisasi nilai tukar rupiah sebesar Rp13.307 per dolar AS atau lebih rendah dari target sebesar Rp13.500 per dolar AS.

Realisasi suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,7% atau lebih tinggi dari target dalam APBN-P 2016 sebesar 5,5%. Lalu realisasi harga minyak sebesar US$40 per barel atau sama dengan target, lifting minyak bumi realisasinya 829 ribu barel per hari atau di atas dari target sebelumnya sebesar 820 ribu barel per hari, serta realisasi lifting gas sebesar 1,184 juta barel per hari atau naik dibanding target sebelumnya sebesar 1,150 juta barel per hari. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Ekspor Perdana STRK ke Singapura, Perusahaan Bidik Diversifikasi Pendapatan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tuntaskan 100% Pelaporan SPT dan LHKPN 2025 Tepat Waktu

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit
PROPAMI
Ekonomika

PROPAMI Gelar Serial Ramadhan Talkshow 2026 Bahas Profesi Penasehat Investasi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?