Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Skenario Baru, Kemdikbud Gunakan Sistem UNBK
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Skenario Baru, Kemdikbud Gunakan Sistem UNBK

Telegrafi Kamis, 15 Desember 2016 | 01:06 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Serang di Serang, Banten, Senin (4/4). UNBK tahun 2016 tingkat SMA dan sederajat di Banten baru diikuti 128 dari total 1.018 sekolah. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/16.
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan berbagai skenario terhadap status ujian nasional (UN) yang belum jelas. Salah satu skenario yang disi‎apkan adalah ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Karena keputusan UN-nya belum ada, kami sedang mempelajari skenario-skenario yang mungkin dilakukan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Totok Suprayitno, Selasa (13/12).

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Penelitian dan Pendidikan (Puspendik) Prof Nizam mengungkapkan, skenario yang disiapkan salah satunya UNBK. Kajian UNBK sudah lama disiapkan Kemdikbud karena lebih transparan hasilnya dan mengurangi kebocoran soal.

Sedangkan untuk UN berbasis kertas membutuhkan waktu panjang untuk pengadaannya, mulai proses lelang, pence‎takan, pendistribusian. “Insya Allah kami siapkan skenario terbaik untuk anak-anak kita, apa pun keputusan akhirnya,” ucapnya. Sebelumnya sejumlah daerah seperti Kota Balikpapan, Kota Gorontalo, ‎dan Kabupaten Kerinci menyatakan siap melaksanakan UNBK.

Dana Belum Tersedia
Sementara itu Pemprov Jatim berencana menambah sekolah peserta UNBK untuk SMA/SMK tahun depan. Sayangnya, target itu belum dibarengi dengan kesiapan penyediaan anggaran. Anggota Badan Anggaran DPRD Jatim M. Sirodj mengungkapkan , saat pembahasan APBD Jatim 2017, anggaran unas sama sekali belum dibicarakan. Akibatnya, saat APBD digedok, biaya penyelenggaraan ujian itu tidak masuk ke dalam daftar pengeluaran. Padahal, per Januari nanti pengelolaan SMA/SMK sudah beralih ke provinsi.

Karena itu, perlu pembicaraan khusus terkait dengan anggaran unas. Dewan dan pemprov harus duduk bersama untuk membicarakan skema penyediaan anggaran. Menurut Sirodj, salah satu solusinya adalah melalui perubahan anggaran keuangan (PAK).

Namun, berdasar jadwal, UNBK biasanya berlangsung pada April atau mendahului pembahasan PAK. Sirodj mengungkapkan, pemprov harus menyediakan anggaran lantaran SMA/SMK sudah menjadi tanggung jawabnya.

Dia menambahkan, bila pemprov berhasil mengucurkan dana, tetap saja dana itu tidak cukup untuk penyelenggaraan UNBK di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Banyak kegiatan yang harus dibiayai. Karena itu, dia berharap ada bantuan dari pemerintah pusat melalui DAU (dana alokasi umum) dan DAK (dana alokasi khusus).

Dengan adanya target kenaikan jumlah penyelenggara UNBK untuk SMA/SMK di Jatim tersebut, pelaksanaan ujian memungkinkan dibagi dalam beberapa sif. Ada yang mendapat jatah pagi, siang, atau sore. Itu dilakukan karena sekolah kekurangan komputer untuk ujian.

Ketua Dewan Pendidikan (PDS) Jawa Timur periode 2011-2016 Zainudin Maliki menyampaikan, target Dinas Pendidikan Jatim untuk meningkatkan peserta UNBK tersebut dianggap tidak Sebab, keputusan itu terasa timpang dengan pengurangan anggaran pendidikan. “Pada 2016 ini saja, anggarannya dikurangi sekitar Rp 60 miliar. Sementara untuk 2017, APBD Jatim akan terserap ke penganggaran pemilu,” terangnya. (Red)

Photo credit : Antara/Asep Fathulrahman


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?