Telegraf– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional dengan mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp400,63 triliun pada kuartal I/2026. Realisasi tersebut tumbuh 10,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp363,11 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pertumbuhan kredit perseroan tetap ditopang oleh segmen perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, seiring dengan komitmen perusahaan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, BTN menyalurkan kredit sebesar Rp193,55 triliun hingga kuartal I/2026, meningkat 7,7% yoy dari Rp179,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, KPR Non-Subsidi mencatatkan penyaluran sebesar Rp112,56 triliun atau tumbuh 5,4% yoy dibandingkan Rp106,81 triliun.
“Penyaluran kredit yang konsisten tumbuh ini mencerminkan kuatnya permintaan di sektor perumahan serta keberlanjutan dukungan terhadap masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah,” ujar Nixon dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal pertama 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).
Selain KPR, BTN juga terus memperluas pembiayaan di sektor terkait perumahan yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian nasional. Sektor ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan serta mendorong penggunaan bahan baku lokal.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, kualitas pendanaan juga menunjukkan perbaikan. Dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp422,63 triliun atau tumbuh 9,9% yoy. Komposisi dana murah atau current account and savings account (CASA) juga meningkat menjadi 50,2% dari total DPK, yang turut mendorong efisiensi biaya dana (cost of fund/CoF) ke level 3,0%.
Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana tersebut turut mengerek total aset BTN menjadi Rp517,54 triliun pada kuartal I/2026, naik 10,5% yoy dibandingkan Rp468,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan kinerja intermediasi yang solid tersebut, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 22,6% yoy. Capaian ini menegaskan strategi perseroan dalam memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas sekaligus menjaga kinerja keuangan tetap berkelanjutan.
BTN menegaskan akan terus fokus memperluas akses pembiayaan perumahan guna mendukung program prioritas pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan hunian yang layak.