Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina

Indra Christianto Jumat, 23 Januari 2026 | 11:49 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Pengendara motor melakukan pengisian BBM Shell jenis Super di SPBU Shell di jalan Menteng Raya, Jakarta. Sinpo/Agus Priatna
Bagikan

Telegraf – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hingga saat ini operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta masih belum memesan solar atau diesel atau gasoil ke PT Pertamina (Persero).

Mulai tahun ini, padahal, badan usaha (BU) hilir migas swasta sudah tidak dapat mengimpor BBM jenis solar gegara Kementerian ESDM kukuh menyetop impor solar dengan tidak memberikan rekomendasi kuota impor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan kementerian akan memfasilitasi operator SPBU swasta dan Pertamina untuk melakukan negosiasi jual-beli solar.

Hal tersebut, lanjut Laode, ditempuh Kementerian ESDM sebagaimana yang dilakukan dalam proses jual–beli base fuel atau BBM dasaran untuk bensin antara SPBU swasta dengan Pertamina.

“Operator SPBU yang ada swasta meminta saya tetap memfasilitasi dulu. Kita sudah suruh bersurat ya, jadi masih diperlukan rapat lagi. Swasta sama Pertamina saya pertemukan kembali,” kata Laode di Kompleks Parlemen, Kamis (22/01/2026).

Dia memastikan sudah memberikan surat kepada operator SPBU swasta untuk segera melakukan negosiasi pembelian solar dari Pertamina.

Akan tetapi, dia memastikan bakal memfasilitasi pertemuan antara BU hilir migas swasta dengan Pertamina dalam waktu dekat.

“Belum [ada pertemuan], tetapi baru surat aja dari saya. Jadi mungkin tahap awal ini saya perlu proaktif untuk mempertemukan mereka,” tegasnya.

Kesiapan Pertamina

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyatakan siap memasok kebutuhan BBM jenis solar bagi operator SPBU swasta.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV mengatakan perusahaan akan mengikuti arahan pemerintah dan siap melayani kebutuhan SPBU swasta apabila terdapat permintaan.

“Sesuai dengan Pak Menteri [ESDM], maka Pertamina Patra Niaga akan siap melayani atau memenuhi kebutuhan SPBU swasta apabila BU swasta membutuhkan sesuai jenis BBM solar yang dimiliki Pertamina,” ujar Roberth kepada Bloomberg Technoz, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :  BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Meski demikian, dia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembahasan maupun negosiasi terkait dengan skema jual-beli solar antara Pertamina dan SPBU swasta. Hal tersebut lantaran belum adanya permintaan resmi dari badan usaha swasta.

Di sisi lain, menanggapi pertanyaan mengenai kesiapan Pertamina menjadi pemasok tunggal BBM nasional, termasuk bagi SPBU swasta, Roberth menegaskan perseroan masih menunggu implementasi kebijakan tersebut di lapangan.

Pada prinsipnya, kata Roberth, Pertamina akan mengikuti seluruh arahan pemerintah terkait dengan penyediaan dan pendistribusian energi di dalam negeri.

“Pertanyaan ini akan terjawab nanti pada saat wacana-wacana tersebut di atas dilaksanakan, seperti yang disampaikan Presiden bahwa Pertamina akan menjawab dengan bukti,” tegasnya.

Sebelumnya, dengan tidak menerbitkan rekomendasi kuota impor solar sejak awal tahun ini bagi SPBU swasta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meyakini Indonesia akan mengalami surplus solar setelah beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan.

Bahlil menjelaskan jika terdapat impor solar yang masih masuk ke Tanah Air pada awal tahun ini, hal tersebut dilakukan BU hilir migas swasta dengan menggunakan sisa kuota impor tahun lalu.

“Kita sudah mulai tahun ini, saya tidak lagi mengeluarkan impor solar. Izin impor solar mulai tahun ini enggak lagi. Andaikan ada yang masuk di bulan ini atau bulan depan, itu berarti sisa impor 2025,” kata Bahlil kepada awak media, di kawasan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

“Akan tetapi, tahun ini Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan rekomendasi kuota impor,” tegas Bahlil.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Ekspor Perdana STRK ke Singapura, Perusahaan Bidik Diversifikasi Pendapatan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tuntaskan 100% Pelaporan SPT dan LHKPN 2025 Tepat Waktu

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit
PROPAMI
Ekonomika

PROPAMI Gelar Serial Ramadhan Talkshow 2026 Bahas Profesi Penasehat Investasi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?