Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mendag: Penting Membuka Pasar dan Investasi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Mendag: Penting Membuka Pasar dan Investasi

Hanna Iffah Kamis, 4 Maret 2021 | 04:10 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendukung perwujudan visi Indonesia 2045 dengan memberikan kontribusi yang maksimal dari sektor perdagangan. FILE/Kemendag
Photo Credit: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendukung perwujudan visi Indonesia 2045 dengan memberikan kontribusi yang maksimal dari sektor perdagangan. FILE/Kemendag
Bagikan

Telegraf – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan, pihaknya mendukung perwujudan visi Indonesia 2045 dengan memberikan kontribusi yang maksimal dari sektor perdagangan.

Upaya Kemendag ini dinilai sejalan dengan cita-cita yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang salah satunya meningkatkan pendapatan perkapita Indonesia.

“Kementerian Perdagangan akan berupaya mewujudkan visi Indonesia 2045 atau 100 tahun Kemerdekaan Indonesia, salah satunya meningkatkan pendapatan per kapita hingga US$ 12.000 pada 2040 dengan mendorong sektor perdagangan. Jika berhasil diwujudkan, maka Indonesia dapat keluar dari jebakan masyarakat kelas menengah,” kata Mendag dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (04/03/2021).

Luthfi juga menekankan, Indonesia yang akan berkontribusi besar pada Megatren Dunia 2045. Mata uang regional diproyeksikan akan mengambil alih mata uang dunia yang selama ini didominasi dolar Amerika Serikat (AS), Euro dan Yuan, bahkan mata uang kripto.

Selain itu, proyeksi peningkatan jumlah kelas menengah dunia menurutnya akan menguntungkan Indonesia, yang sebagian besar penduduknya berada di tingkatan ini.

“Jumlah kelas menengah dunia akan lebih dari 8,1 miliar jiwa atau 84 persen penduduk dunia. Hal ini merupakan kabar baik bagi Indonesia karena kelas menengah akan memperbaiki daya beli dan konsumsi serta memotori perekonomian dunia,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, sektor teknologi akan bergeser akan ke teknologi informasi dan komunikasi, seperti bioteknologi dan rekayasa genetik, wearable devices, energi terbarukan, otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

AI, lanjut Luthfi, sudah memasuki sektor perdagangan. Dalam niaga elektronik, hal ini dikenal dengan istilah “winner takes all” atau tidak ada lagi persaingan.

Baca Juga :  PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Selain itu Luthfi juga mengungkapkan, proyeksi bonus demografi penduduk usia produktif Indonesia akan selesai pada 2038-2040.

Oleh karenanya, ia ingin Produk Domestik Bruto (GDP) meningkat sebagai kunci untuk keluar dari jebakan kelas menengah. Hal ini karena pada saat itu, penduduk lansia akan lebih banyak dibandingkan penduduk usia produktif.

Disamping itu ia menekankan agar posisi Indonesia sebagai emerging market perlu ditingkatkan dengan mendorong konsumsi dan meningkatkan peran ekspor-impor dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

“Disinilah pentingnya tugas perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu dengan memperkuat kontribusi ekspor dan impor untuk mendorong peningkatan PDB. Salah satunya dengan memfokuskan pada 30 komoditas ekspor utama Indonesia,” jelasnya.

Luthfi juga menyampaikan, pada era kolaborasi ini penting untuk membuka pasar karena dapat mendatangkan investasi, yang kemudian menciptakan pusat produksi dan menjadikan ekspor non migas sebagai primadona.

Disisi lain dia mendorong konsumsi untuk memulihkan ekonomi nasional dan menegosiasikan perjanjian-perjanjian dagang yang sophisticated.

“Kita sedang beralih dari mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi menjadi barang industri dan barang industri berteknologi tinggi. Untuk itu, perlu diciptakan pelaku UMKM yang tangguh untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan baik demi Indonesia yang sejahtera,” pungkasnya.


Photo Credit: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendukung perwujudan visi Indonesia 2045 dengan memberikan kontribusi yang maksimal dari sektor perdagangan. FILE/Kemendag

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?