Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Peran Guru dan Sekolah Sangat Penting Untuk Pendidikan Jarak Jauh
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Peran Guru dan Sekolah Sangat Penting Untuk Pendidikan Jarak Jauh

Adarory Kamis, 16 Juli 2020 | 16:58 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Seorang siswa yang sedang belajar online di rumah. FILE/DOK/Telkomsel
Bagikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menegaskan, di balik sistem pendidikan dan kurikulum yang sangat mendukung tumbuh kembang anak sehingga segala potensinya terasah dan terungkap, peranan guru, sekolah dan orang tua juga sangat kuat.

Menurut Nadiem, waktu berkualitas bersama buah hati menjadi kegiatan terpenting orang tua selama di rumah. Terlebih di masa pandemi yang sedang melanda dunia saat ini. Anak-anak pun terpaksa harus melangsungkan pendidikan jarak jauh (PJJ) dari rumah.

“Pembelajaran tatap muka adalah model pembelajaran terbaik yang tidak bisa digantikan. Kemdikbud memastikan tidak memiliki rencana mempermanenkan PJJ sebagai satu-satunya model belajar mengajar di semua sekolah,” ujar Nadiem dalam rapat kerja dengan DPR beberapa waktu.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Iwan Syahril menambahkan, metode pembelajaran jarak jauh akan terus berlangsung pada satuan pendidikan yang berada di zona kuning, oranye, dan merah. Tentunya metode PJJ tidak akan diterapkan secara permanen.

“Adapun yang akan permanen adalah tersedianya berbagai platform PJJ termasuk yang bersifat daring dan luring yang akan terus dilangsungkan guna mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” tutur Iwan.

Dalam rangka memanfaatkan perkembangan teknologi, lanjut Iwan, Kemdikbud merekomendasikan metode pembelajaran hybrid atau kombinasi. Metode yang satu ini, dinilai mampu meningkatkan kompetensi siswa untuk dapat bersaing secara global meski terdampak pandemi.

“Dalam metode hybrid, guru dan siswa khususnya pada satuan pendidikan yang masuk dalam zona hijau dapat melaksanakan proses pembelajaran tatap muka dipadu dengan alat bantu teknologi yang selama ini dimanfaatkan dalam PJJ. Meski peran teknologi dapat menunjang proses pembelajaran, guru tetap berfungsi sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi demi terwujudnya suasana belajar yang efektif bagi siswa,” tandasnya.

CEO Wekiddo, Ferry Irawan, setuju dan mendukung keputusan Kemdikbud dalam melakukan PJJ model hybrid dalam dunia pendidikan, karena mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju. Jika terjadi hal-hal mendesak atau diluar dari yang diinginkan seperti pandemi saat ini, pihak sekolah dan siswa sudah terbiasa dengan belajar secara online.

“Pembelajaran secara offline atau tatap muka sangat penting dilakukan oleh pihak sekolah agar guru dapat menilai dan membantu pembangunan karakter dan interaksi sosial pada anak di saat keadaan sudah memungkinkan,” jelas Ferry Irawan dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (16/07/20).

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan, peranan teknologi pada dasarnya untuk membantu dan memudahkan proses belajar mengajar. Sehingga jarak dan waktu tidak lagi menjadi penghalang untuk kegiatan belajar mengajar.

“Esensinya dalam proses belajar mengajar ada beberapa komponen yang tidak bisa tergantikan oleh sistem online. Contohnya adalah pembentukan karakter anak, interaksi sosial dan membangun kepribadian anak,” terangnya.

Ketiga hal ini, menurut Ferry, harus tetap diutamakan dan dikolaborasikan dengan sistem belajar online seperti memberikan dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), tugas harian, kuis secara online menggunakan aplikasi WeKiddo.

“WeKiddo ingin membantu sekolah dalam sistem belajar mengajar secara online dan membantu mendigitalisasikan sistem belajar mengajar di sekolah tanpa meninggalkan offline atau sistem belajar mengajar secara tatap muka,” pungkasnya.


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?