Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indonesia Digempur Produk Tekstil Impor, Apa Solusi BKPM
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Indonesia Digempur Produk Tekstil Impor, Apa Solusi BKPM

Telegrafi Rabu, 11 Desember 2019 | 14:10 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
A worker holds part of a pair of trousers at PT Trisula Garmindo Manufacturing in Bandung, West Java province September 17, 2013. In PT Trisula International's hangar-sized factory outside the western Indonesian city of Bandung, hundreds of workers stitch together clothes for some of the world's top brands. Amid the clatter and hum of their machines are hopes for a renaissance that can restore Indonesia's place among Asia's big manufacturing economies, a status it lost in the mid-1990s. Picture taken September 17, 2013. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA - Tags: BUSINESS SOCIETY EMPLOYMENT TEXTILE)
Bagikan

TELEGRAF – Ramainya produk tekstil dan produk tekstil (TPT) impor di Tanah Air menjadi tantangan berat bagi produsen bahan baku tekstil, seperti kain mentah, benang dan serat filamen. Harga produk impor yang biasanya lebih murah menyebabkan kompetisi di dalam negeri menjadi tidak sehat.

Untuk mengatasi hal ini, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengadakan rapat tertutup dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI).

Bahlil tak memungkiri memang terjadi gempuran impor produk TPT secara masif di dalam negeri. Oleh karena itu, BKPM memberikan beberapa solusi terbaik agar harga TPT dalam negeri bisa kompetitif.

“Kita tahu semua bahwa garmen ini menjadi salah satu kontribusi yang besar dalam ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kita tahu akhir-akhir ini banyak produk dari luar yang melakukan penetrasi yang sangat luar biasa sekali,” katanya dalam konferensi pers di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (11/12/19).

Beberapa solusi tersebut antara lain, pertama melakukan revitalisasi pabrik-pabrik industri TPT. “Memang harus ada regenerasi terhadap pabrik kita,” lanjutnya.

Kedua, persoalan sektor perbankan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang harus mendapat penetrasi. Kemudian yang ketiga, pemerintah harus hadir dengan memberikan kemudahan regulasi termasuk keringanan pajak.

“Untuk memudahkan mereka termasuk keringanan pajak ini memang problem juga. Tapi semua itu nanti teman-teman, tujuan kita hanya satu, tidak boleh ada perbedaan dan masalah ini harus kita selesaikan secara bersama-sama,” jelasnya.

Baca Juga :  BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Bahlil juga berharap ke depan produk dalam negeri mampu menguasai pasar. Menurutnya, hal itu dapat terwujud dengan koordinasi antara pengusaha dan pemerintah, seperti regulasi yang selaras.

“Memang itu bukan hanya kerja pengusaha. Harus ada sinergi antara pengusaha dan pemerintah. Regulasi yang harus kita kasih ke mereka jangan memberatkan. Ketika regulasi memberatkan pengusaha maka mereka tidak akan kompetitif dengan produk-produk impor,” tambahnya.


Photo Credit : Buruh garmen. REUTERS/Beawiharta 

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Ekspor Perdana STRK ke Singapura, Perusahaan Bidik Diversifikasi Pendapatan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tuntaskan 100% Pelaporan SPT dan LHKPN 2025 Tepat Waktu

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit
PROPAMI
Ekonomika

PROPAMI Gelar Serial Ramadhan Talkshow 2026 Bahas Profesi Penasehat Investasi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?