Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca 2034 Pemerintah Targetkan Indeks Efektivitas Peringkat 10 Besar Dunia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

2034 Pemerintah Targetkan Indeks Efektivitas Peringkat 10 Besar Dunia

Telegrafi Jumat, 9 Agustus 2019 | 02:50 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Getty Images
Bagikan

Telegraf, Jakarta – World Bank, Global Governance Index, 2018, menyebutkan dalam rentang nilai 0 sampai 100, skor Indonesia berada di peringkat kelima dengan angka 54,8. Lebih rendah dari Thailand yang 67 dan sedikit lebih tinggi dari Vietnam 53. Pemerintah pun melakuan percepatan reformasi birokrasi demi mencapai target peringkat 10 besar dunia pada 2034 dalam Indeks Efektivitas Pemerintah.

Demikian dipaparkan Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho, dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Evaluasi Reformasi Birokrasi”, yang berlangsung di Ruang Auditorium Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (08/08/19).

Diketahui, saat ini profil ASN, menurut Yanuar, tidaklah ideal. Pasalnya, sambung dia, dari total 4,28jt ASN, kelompok jabatan fungsional administrasi umum 1,67jt (39%), berdasarkan data Kemenpan, 2018. Sedangkan demografi usia aging dengan modus 51 tahun, menurut Yanuar, sebesar 20.36%.

“Artinya dalam 10 tahun ke depan mereka pensiun, kinerja turun, sulit beradaptasi. Seiring itu, belum terimplementasinya manajemen talenta ASN (talent pool dan talent management), pola karir dan penghasilan berbasis sistem merit, menyebabkan buruknya redistribusi ASN,” tuturnya.

Mengapa manajemen talenta ASN belum optimal? Yanuar menjelaskan, ada dua hal yang menjadi alasan. Yakni, pertama, belum optimalnya aturan pelaksana UU ASN terkait manajemen talenta. Dan kedua, belum kuatnya implementasi Grand Design ASN berbasis merit. Demi mempercepat optimalisasi manajemen talenta ASN, Yanuar mengungkapkan, di antaranya lewat penerbitan PP 30/2019.

“Itu merupakan peraturan pemerintah pertama yang ditandatangani Presiden Jokowi pasca terpilih kembali menjadi Presiden. PP ini mengatur penilaian kinerja PNS yang menjadikan kinerja sebagai jangkar yang menentukan pola karir dan remunerasi ASN ke depan. Hal ini penting untuk melengkapi talent map ASN (potensi dan kinerja),” katanya.

Lebih dari itu, Yanuar mengatakan, menjadikan penguatan sistem merit menjadi salah satu aksi di dalam Stranas Pencegahan Korupsi. Hal ini selain untuk manajemen talenta ASN, kata dia, juga dimaksudkan untuk mencegah jual beli jabatan khususnya dalam promosi, mutasi dan demosi JPT.

Baca Juga :  OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

“Upaya yang bisa dilakukan, antara lain, penerbitan PP Gaji Tunjangan Fasilitas, penerbitan aturan pelaksana PP penilaian kinerja, penguatan big data ASN terintegrasi pusat dan daerah dalam perencanaan dan evaluasi peta jabatan ASN, penyusunan mekanisme talent pool dan revitalisasi mendasar sistem diklat ASN, implementasi single salary system dan mekanisme pensiun fully funded, Implementasi golden shakehand untuk mempercepat rejuvinasi ASN, penguatan mekanisme penilaian kinerja ASN berbasis Outcome Kinerja Organisasi, dan percepatan implementasi PPPK bagi diaspora untuk menjadi ASN,” katanya.

Dari situ, Yanuar mengatakan, diharapkan ada kondisi penguatan skema manajemen talenta nasional untuk ASN berbasis Big Data dan teknologi informasi pada tahun 2022. Selanjutnya, proporsi jabatan fungsional umum ke depan tidak lebih dari 10%, jabatan fungsional tertentu ditingkatkan menjadi minimal 40% dari total ASN. Semaksimal mungkin menekan angka low performance dan low competence ASN mendekati 0% pada tahun 2029.

“Peningkatan kualitas layanan publik dan tata kelola birokrasi yang antara lain dilihat dari Indeks Efektivitas Pemerintah. Target Indonesia adalah berada di peringkat 10 besar dunia pada tahun 2034,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : World Bank, Global Governance Index, 2018, menyebutkan dalam rentang nilai 0 sampai 100, skor Indonesia berada di peringkat kelima dengan angka 54,8. GETTY IMAGES

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?