Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Rhenald Kasali Nyatakan, Rugi Jika Pemerintah Membeli Indosat Kembali
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Rhenald Kasali Nyatakan, Rugi Jika Pemerintah Membeli Indosat Kembali

Telegrafi Kamis, 8 November 2018 | 02:33 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Depok – Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali menegaskan bahwa Indosat tidak perlu dibeli lagi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Rhenald meminta pembicaraan soal membeli kembali Indosat dihentikan.

Hal tersebut dikatakan oleh Rhenald bukan tanpa alasan, pasalnya memang tidak tepat untuk kembali membeli Indosat saat ini karena menurut Rhenald, Indosat tidak lagi menguntungkan bagi Indonesia, selain itu pembelian kembali Indosat juga melanggar undang-undang yang menyatakan bahwa pemerintah hanya boleh memiliki satu BUMN di bidang telekomunikasi. Saat ini pemerintah sudah memiliki PT Telkom sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi.

Diungkapkan oleh Rhenald, jangan sampai muncul kembali desakan membeli Indosat hanya karena masa jabatan Presiden Joko Widodo sudah memasuki tahap akhir.

“Janji Presiden kan waktu itu bisa dibeli jika perekonomian bertumbuh sebesar tujuh persen dan harganya wajar. Kalau pemerintah didesak desak begini untuk membeli Indosat maka harganya pasti jadi mahal dan negara hanya akan rugi,” ujar Rhenald di Auditorium Gedung I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat dalam acara diskusi buku “Di Balik Reformasi 1998” yang ditulis oleh Laksamana Sukardi, Selasa (07/11/18).

Indosat saat ini sudah tidak menguntungkan bagi negara. Perusahaan ini diketahui juga sudah lama tidak membagi dividen. “Soft skill-nya sudah tidak ada, expert-nya juga sudah tidak di sana. Dulu Indosat itu pabriknya para eksekutif tetapi saat ini para eksekutif sudah tidak terdengar lagi,” ujar Rhenald.

Bila ada pihak yang mengatakan alasan pembelian kembali Indosat wajib dilakukan adalah karena keamanan negara, maka, kata Rhenald, hal itu sangat tidak beralasan.

Baca Juga :  Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

“Satelitnya juga bukan kita yang buat. Yang punya big data itu Google. Mereka tahu semua rekaman data pribadi kita. Jadi kalau alasannya keamanan negara menurut saya sangat tidak tepat,” kata Rhenald.

Sementara itu, Laksamana Sukardi yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara BUMN pada Kabinet Gotong Royong mengungkapkan, dalam penjualan saham PT Indosat, walau payung hukumnya sudah sangat kuat tetapi masih ada saja politikus yang menjadi pimpinan lembaga tinggi negara yang bersuara sumbang saat privatisasi dilakukan. Sebagai Menteri BUMN saat itu, Laksamana Sukardi mengaku menjadi korban berbagai hujatan, penyesatan publik dan tuduhan yang merusak nama baiknya.

“Sangatlah tidak mungkin seorang Laksamana Sukardi mengambil keputusan seorang diri dalam melaksanakan program privatisasi meski saya ketika itu menjabat Menteri Negara BUMN yang mendapat mandat dari presiden. Setiap pelaksanaan privatisasi BUMN dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang ditandatangani presiden,” papar pria yang akrab disapa Laks ini saat berbicara dalam acara diskusi buku “Di Balik Reformasi 1998” yang dia tulis.

Laksamana Sukardi berharap buku yang dia tulis dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi seluruh kalangan terutama para mahasiswa yang harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas.

“Membaca buku itu penting. Kita semua jangan hanya suka baca Twitter saja tapi juga harus banyak membaca buku. Sebab buku ini abadi. Jangan lupakan pentingnya buku untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan wawasan kita,” ungkap Sukardi. (Red)


Photo Credit : Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali. FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Fina Asriani
Technology

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit
vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Technology

Hadapi Ancaman Siber, Elemen Bangsa Didorong Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Atitude Bijak di Dunia Digital Online dan Menjauhi Judi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?