Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca TKN Jokowi: Ucapan Tampang Boyolali Rendahkan Rakyat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

TKN Jokowi: Ucapan Tampang Boyolali Rendahkan Rakyat

Telegrafi Rabu, 7 November 2018 | 12:28 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Solidaritas Indonesia. Detik/Muhammad Ridho. Detik/Muhammad Ridho
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih merasa dongkol dengan ucapan tampang Boyolali yang dilontarkan oleh Prabowo Subianto (PS). Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu. mengatakan, pernyataan Prabowo itu jelas merendahkan rakyat dan merupakan statement yang dianggap sebagai ciri khas kesombongan elite.

“Pernyataan Prabowo tampang Boyolali jelas-jelas menghina rakyat, merendahkan rakyat. Ini ciri khas kesombongan elite,” kata Raja Juli dalam sebuah acara talk show di stasiun televisi swasta nasional, Selasa, (06/11/18).

Juli menambahkan, Prabowo yang selalu berusaha tampil menjadi representasi bagi rakyat, namun itu hanya merupakan kesemuan palsu. Menurutnya, dengan aksi merendahkan masyarakat yang dilakukan oleh Prabowo maka justru membuat masyarakat tidak berempati.

“Dia yang berusaha tampil jadi wakil rakyat, tapi muncul merendahkan rakyat. Mungkin dia tidak pernah diusir, sehingga rasa empati kepada rakyat tidak ada,” terangnya.

Juli juga mengingatkan seorang capres harus menjaga sikap dan pernyataannya.

“Ada calon presiden yang mengaku wakil rakyat, melakukan candaan yang rendahan. Melecahkan orang lain, fisik orang lain,” tegasnya.

Dia pun menambahkan, Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah meledek dirinya sendiri. Tapi, beda dengan Prabowo yang tak pernah melakukan itu.

“Gus Dur pernah meledek dirinya sendiri, tapi pernahkah Prabowo meledek dirinya sendiri? Dia selalu melecehkan rakyat,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Solidaritas Indonesia. Detik/Muhammad Ridho

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?