Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Minta Maaf Soal Tampang Boyolali, Prabowo Berikan Klarifikasi Seperti Ini
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Minta Maaf Soal Tampang Boyolali, Prabowo Berikan Klarifikasi Seperti Ini

Telegrafi Rabu, 7 November 2018 | 08:59 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit : Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto. ANTARA
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya meminta maaf dan memberikan klarifikasi setelah pernyataannya soal ‘tampang Boyoyali’ beberapa waktu lalu sempat membuat gaduh masyarakat. Ia mengaku tak ada niat sama sekali untuk menghina atau merendahkan warga Boyolali dengan mengibaratkan mereka tak bisa menikmati fasilitas mewah hotel berbintang lima.

“Tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf, maksud saya enggak seperti itu. Kalau saya diminta dialog langsung enggak ada masalah,” kata Prabowo dalam sebuah video yang diunggah di media sosial Instagram milik Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak, dikutip Rabu (07/11/18).

Maksud dari ucapan itu, lanjut dia, adalah sebagai bentuk penjelasan ihwal analogi ketimpangan yang terjadi di Indonesia. Kata dia, ketidakadilan, kesenjangan dan ketimpangan yang semua orang tahu di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil. Terlebih, yang paling mengkhawatirkan adalah yang menikmati kekayaan Indonesia hanya segelintir orang saja.

“Dan maksudnya bukan menghina atau apa justru empati. Jadi kalau saya bicara tampang di Boyolali, tampang Boyolali. Kalau di Brebes, tampang Brebes. Itu kan selorohnya dalam arti empati saya, solidaritas saya. Saya tahu kondisi kalian,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menekankan, keberlangsungan demokrasi itu jangan terlalu serius, sehingga seseorang bercanda saja dilarang. “Demokrasi harus dinamis, dialogis. Kalau demokrasi enggak boleh melucu, berseloroh, enggak boleh joking, becanda, ya bosen,” pungkasnya.

https://www.instagram.com/p/Bp11-F8laI5/

Sebelumnya, Prabowo pada Selasa, 30 Oktober 2018 melontarkan ucapan bahwa warga Boyolali tidak bisa masuk hotel mewah, sehingga mereka bisa saja diusir karena “tampang Boyolali”.

Dalam salah satu bagian dalam pidatonya, Prabowo membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat sehingga melemparkan lelucon perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk hotel mewah.

“Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali,” ujar Prabowo di hadapan pendukungnya. (Red)


Photo Credit : Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?