Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Novel Akui Tak Akan Gentar Untuk Kembali Berantas Kasus Korupsi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Novel Akui Tak Akan Gentar Untuk Kembali Berantas Kasus Korupsi

Telegrafi Jumat, 23 Februari 2018 | 05:03 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Antara/Mohammad Iqbal
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menegaskan teror dengan penyiraman air keras yang dialaminya 10 bulan lalu tak akan menciutkan nyalinya. Sebaliknya, Novel menegaskan kasus teror ini justru melecut semangatnya untuk lebih berani melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi.

Novel diketahui kembali ke Indonesia setelah lebih dari 10 bulan dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Singapura lantaran kedua matanya terluka parah akibat disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada, (11/04/2017) tahun lalu.

“Bagi saya yang terjadi pada diri saya, penyerangan terhadap diri saya, saya tidak ingin menjadikan hal ini menjadi kelemahan. Tetapi saya ingin hal ini sebagai penyemangat buat diri saya,” kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/02/2018).

Novel berharap semangat yang sama menular pada seluruh pegawai, dan pimpinan KPK serta elemen masyarakat yang menaruh perhatian pada pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan semangat ini, pemberantasan korupsi dapat bekerja secara maksimal.

“Saya juga ingin mengharapkan hal ini juga berkaitan dengan rekan-rekan semuanya. Baik pegawai KPK, baik para aktivis, penegak hukum dalam rangka bertugas memberantas korupsi. Tentu saya ingin menularkan semangat yang sama sehingga kita bisa semakin berani, semakin sungguh sungguh, dalam rangka melakukan tugas tugas pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Novel menegaskan tak ingin peristiwa teror yang dialaminya membuat takut para pegawai KPK, aparat penegak hukum lain maupun elemen masyarakat yang concern terhadap pemberantasan korupsi. Menurutnya, ketakutan tersebut hanya membuat pelaku teror dan kroni-kroninya merasa menang.

“Karena apabila kemudian kejadian terhadap diri saya ini membuat takut, menurunkan produktifitas kerja dan lain-lain tentunya ini kemenangan bagi pelaku penyerangan dan saya tidak ingin itu terjadi,” katanya.

Untuk itu, Novel berharap mata kirinya yang terluka parah terkena air keras dapat segera sembuh. Dengan demikian, Novel dapat segera kembali bekerja.

Novel mengaku bangga dapat kembali ke Indonesia. Apalagi bertemu dengan pegawai serta pimpinan KPK dan para aktivis antikorupsi yang menyambutnya. “Sebuah kebangaan bagi saya untuk bertemu rekan-rekan dan pimpinan KPK dan semua yang mendukung pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

“Saya berharap setelah itu (sembuh), saya bisa melakukan tugas sebagaimana mestinya,” harapnya.

Meski telah kembali ke Indonesia. Novel masih dalam perawatan usai menjalani operasi tahap pertama pada mata kirinya yang belum bisa melihat. Novel dijadwalkan akan menjalani operasi tahap dua pada April 2018.

“Saya ingin ke depan semakin kuat. Saya berharap dalam waktu tak terlalu lama proses pengobatan pada mata saya bisa segera tuntas,” tegasnya.

Novel kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 825. Tiba di Bandara Soeksrno-Hatta, Novel disambut Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief dan Jubir KPK, Febri Diansyah. Novel kemudian naik mobil Avanza dan tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.10 WIB. Kedatangan Novel ini disambut pegawai KPK dan sejumlah aktivis antikorupsi yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK. Terlihat juga mantan Pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. (Red)


Photo Credit : Penyidik KPK Novel Baswedan berada di mobil setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (22/02/2018). Antara / Muhammad Iqbal

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi
Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila
Waktu Baca 2 Menit
Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit

Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri

Waktu Baca 9 Menit

Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit

Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?