Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kosgoro: Semoga Do’a Para Kiyai Melahirkan Politik Yang Santun
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Kosgoro: Semoga Do’a Para Kiyai Melahirkan Politik Yang Santun

Telegrafi Rabu, 24 Januari 2018 | 07:33 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga (Padasuka) menggelar kegiatan “Nusantara Bermunajat-Negara Bermartabat” pagi pukul 08.00 wib, pada Sabtu (20/01/2018) di Ruang Utama Mesjid Istiqlal Jakarta. Hadir sebagai penceramah dalam acara tersebut KH. Syarif Rahmat RA, SQ, MA dan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA (Imam besar Mesjid Istiqlal). Selain ceramah, acara juga diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dan Do’a-Do’a untuk menjaga keutuhan negara Indonesia. Kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari lahir KH. Syarif Rahmat RA, SQ, MA.

Dalam ceramah yang disampaikan kedua penceramah tersebut menegaskan agar tetap menjaga keutuhan NKRI, keduanya mendoakan semoga bangsa initerlepas dari upaya pemecah belah dan sikapyang bermusuhan. Turut hadir memenuhi undangan khusus panitia Ketua Biro Perhubungan, Multimedia dan Pariwisata, Fadli, Wakil Ketua, Firmansyah dan Wakil Sekretaris Rio yang mewakili Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK) 1957, Gideon B.J.

Usai mengikuti rentetan acara Indonesia Bermunajat, Fadli mengungkapkan rasa bangga nya dapat menghadiri kegiatan yang mulia ini, menurutnya kegiatan ini sangat tepat saat ini dilaksanakan mengingat Tahun ini adalah tahun politik, sehingga penting artinya untuk membangun semangat kebangsaan, semangat nasionalisme bangsa. Lebih lanjut dikatakan Fadli, Negara ini butuh pencerahan, kenapa demikian? Ungkap Kemas, beberapa waktu lalu Bangsa ini didera dengan konflik dan perseteruan politik, yang mengarah pada isu agama dan “Politik Identitas”, sehingga sudah saatnya kita sebagai anak bangsa untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa.

“Saya berterima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan kepada Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 Jawa Barat untuk hadir di acara ini”, ujar Kemas. Duet kedua ulama dalam kegiatan ini menyejukkan hati, menenangkan pikiran dan membuat kita makin merasa memiliki Indonesia, tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957, Gideon mengungkapkan “Tahun ini adalah momentum politik, sehingga dengan Do’a dan Munajat yang diselenggarakan oleh panitia ini dapat membangun semangat kebangsaan, semangat NKRI, semangat Pancasila dan semangat ke Indonesiaan”.

Dia menaruh harapan bahwa dengan adanya kegiatan ini bangsa Indonesia semakin menjadi “Negara yang Bermartabat”, Negara yang dalam kondisi apapun tidak mudah goyah oleh isu-isu dan propaganda-proganda yang mengarah pada perpecahan. Semoga dengan Do’a para Kiyai, melahirkan politik yang santun, politik yang lebih memanusiakan manusia, dan politik yang mencerahkan serta mendidik masyarakatnya, ujarnya.

Lebih lanjut Dia mendoakan agar menghadapi kontestasi politik dalam kerangka pesta dmokrasi lima tahunan kedepan, Bangsa Indonesia dapat menjalankan demokrasi yang disebutnya sebagai “Demokrasi yang Pancasilais”. Menurutnya, sudah saatnya mengedepankan kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lebih tegas lagi dikatakanya “NKRI adalah Harga Mati”, dan “Pancasila sebagai pemersatu bangsa tidak bisa ditawar-tawar lagi”.

Gideon mengecam adanya upaya pemecah belah yang mengatasnamakan agama, suku ataupun Ras. Tutupnya, “Tak ada lagi pengkotak-kotakan, tak ada lagi pembedaan si A atau si B, tak ada lagi kelompok ini maupun kelompok itu, kita adalah Indonesia. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit

Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?