Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Peluang Besar Untuk Pelajar Indonesia Raih Beasiswa ke Belanda
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Peluang Besar Untuk Pelajar Indonesia Raih Beasiswa ke Belanda

Atti K. Sabtu, 20 Januari 2018 | 18:39 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Penerimaan beasiswa yang diadakan oleh kedutaan Belanda melalui Nuffic Neso adalah mempererat hubungan Diplomasi Bilateral antara bangsa Indonesia dan Belanda, program yang setiap tahun diadakan, hari ini (20/1)  memasuki hari ke 6, dimana para pemburu beasiswa masih berpeluang besar untuk mewujudkan cita citanya.

“Menurut saya pendidikan ini sangat penting dalam kemajuan, dalam hubungan antara Indonesia dan Belanda, supaya anak anak Indonesia bisa mengunjungi belanda dimana di masa mendatang hubungan bis menjadi erat antara kedua negara dan bisa lebih baik,” hal itu di ungkapkan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter Van Tujil, dikantornya Jl H.R. Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, (20/1/17).

Peter mengatakan pendidikan adalah salah satu investasi baik untuk orangnya maupun karier serta hidup agar lebih baik, pun juga investasi dalam hubungan negara, Peter melanjutkan selain pendidikan dari sisi ekonomi juga diharapkan investasi dari kedua negara akan terjalin.

StuNed, Orange Tulip Scholarship, dan Holland Scholarship merupakan beasiswa yang dikeluarkan oleh kedutaan Belanda yang terbuka untuk fresh graduate dan merupakan full scholarship. Dimana program StuNed yang merupakan beasiswa bilateral telah berlangsung sejak tahun 2000 dan menghasilkan lebih dari 4.000 alumni dari berbagai bidang studi, sementara untuk penerimaan tahun ini StuNed menyediakan 60-70 kursi.

StuNed juga bekerjasama dengan beberapa universitas dalam bentuk co-funding. Beberapa universitas ini turut hadir, antara lain: ISS (International Institute of Social Studies – Erasmus University of Rotterdam), IHS (Institute for Housing and Urban Development Studies – Erasmus University of Rotterdam), ITC (Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation – University of Twente), and TIAS Business School.  Co-funding meningkatkan kesempatan pelamar beasiswa untuk mendapatkan StuNed.

Peter menambahkan bukan saja program beasiswa untuk jenjang S2 tetapi mulai tahun ini program penguatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya pertanian sedang dalam proses, melalui kerjasama dengan Kementrian Pendidikan ada dua SMK yang akan menjadi contoh yaitu SMK di Subang dan Jember.

“Kita mulai dengan dua SMK dimana profesional dari belanda akan membantu di SMK-SMK yang ditunjuk dalam meningkatkan kemampuan guru, merevisi kurikulum, membantu sekolah dengan sektor swasta dan juga partisipasi dari sektor swasta menjadi sekolah yang berkualitas,” ungkap Peter.

Azis Nurwahyudi Direktur diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri dan juga alumni beasiswa Belanda mengatakan beasiswa yang di keluarkan pemerintah belanda adalah salah satu bentuk bukti bahwa eratnya kerjasama bilateral diantara kedua belah pihak, dimana hubungan Indonesia dangan Belanda.

“Hubungan Indonesia kedepannya hubungannya yang sudah membaik akan semakin membaik dan kerjasama semakin erat dengan adanya kegiatan kegiatan yang bermanfaat tidak saja bagi Indonesia tetapi juga bagi pemerintah Belanda sendiri, pengiriman para generasi muda Indonesia akan sangat bermanfaat bagi pegembangan mereka, seperti ilmu, dan juga bagi hubungan kedua negara,” ujar Aziz. (Red)

Photo : Telegraf/Atti Kurnia


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?