Telegraf, Jakarta – Penerimaan beasiswa yang diadakan oleh kedutaan Belanda melalui Nuffic Neso adalah mempererat hubungan Diplomasi Bilateral antara bangsa Indonesia dan Belanda, program yang setiap tahun diadakan, hari ini (20/1) memasuki hari ke 6, dimana para pemburu beasiswa masih berpeluang besar untuk mewujudkan cita citanya.
“Menurut saya pendidikan ini sangat penting dalam kemajuan, dalam hubungan antara Indonesia dan Belanda, supaya anak anak Indonesia bisa mengunjungi belanda dimana di masa mendatang hubungan bis menjadi erat antara kedua negara dan bisa lebih baik,” hal itu di ungkapkan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter Van Tujil, dikantornya Jl H.R. Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, (20/1/17).
Peter mengatakan pendidikan adalah salah satu investasi baik untuk orangnya maupun karier serta hidup agar lebih baik, pun juga investasi dalam hubungan negara, Peter melanjutkan selain pendidikan dari sisi ekonomi juga diharapkan investasi dari kedua negara akan terjalin.
StuNed, Orange Tulip Scholarship, dan Holland Scholarship merupakan beasiswa yang dikeluarkan oleh kedutaan Belanda yang terbuka untuk fresh graduate dan merupakan full scholarship. Dimana program StuNed yang merupakan beasiswa bilateral telah berlangsung sejak tahun 2000 dan menghasilkan lebih dari 4.000 alumni dari berbagai bidang studi, sementara untuk penerimaan tahun ini StuNed menyediakan 60-70 kursi.
StuNed juga bekerjasama dengan beberapa universitas dalam bentuk co-funding. Beberapa universitas ini turut hadir, antara lain: ISS (International Institute of Social Studies – Erasmus University of Rotterdam), IHS (Institute for Housing and Urban Development Studies – Erasmus University of Rotterdam), ITC (Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation – University of Twente), and TIAS Business School. Co-funding meningkatkan kesempatan pelamar beasiswa untuk mendapatkan StuNed.
Peter menambahkan bukan saja program beasiswa untuk jenjang S2 tetapi mulai tahun ini program penguatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya pertanian sedang dalam proses, melalui kerjasama dengan Kementrian Pendidikan ada dua SMK yang akan menjadi contoh yaitu SMK di Subang dan Jember.
“Kita mulai dengan dua SMK dimana profesional dari belanda akan membantu di SMK-SMK yang ditunjuk dalam meningkatkan kemampuan guru, merevisi kurikulum, membantu sekolah dengan sektor swasta dan juga partisipasi dari sektor swasta menjadi sekolah yang berkualitas,” ungkap Peter.
Azis Nurwahyudi Direktur diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri dan juga alumni beasiswa Belanda mengatakan beasiswa yang di keluarkan pemerintah belanda adalah salah satu bentuk bukti bahwa eratnya kerjasama bilateral diantara kedua belah pihak, dimana hubungan Indonesia dangan Belanda.
“Hubungan Indonesia kedepannya hubungannya yang sudah membaik akan semakin membaik dan kerjasama semakin erat dengan adanya kegiatan kegiatan yang bermanfaat tidak saja bagi Indonesia tetapi juga bagi pemerintah Belanda sendiri, pengiriman para generasi muda Indonesia akan sangat bermanfaat bagi pegembangan mereka, seperti ilmu, dan juga bagi hubungan kedua negara,” ujar Aziz. (Red)
Photo : Telegraf/Atti Kurnia