Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Berikut Potret Generasi Milenial Akar Rumput Menurut Hasil Survey dan Riset
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Berikut Potret Generasi Milenial Akar Rumput Menurut Hasil Survey dan Riset

Telegrafi Selasa, 7 November 2017 | 09:10 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Shutterstock
Bagikan

Telegraf, Jakarata – Aplikasi Yogrt sebuah aplikasi media sosial berbasis lokasi melakukan riset pada generasi milenial akar rumput. Survei dengan mengambil sampel 5.000 responden ini dilakukan sepanjang Februari-September 2017. Generasi milenial akar rumput juga merupakan potensi pasar yang besar. Bagaimana mengelola mereka, berikut hasil surveinya.

Generasi milenial (usia 15-34 tahun) pada 10 tahun yang akan datang bisa dipastikan merupakan generasi yang memegang kendali bisnis dan negara ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan, populasi berusia 15-34 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 85 juta jiwa atau lebih dari 32,6% dari total 261,9 juta penduduk. Menariknya, menurut riset Boston Consulting Group (BCG) pada 2012, masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan mendominasi, jumlahnya melebihi 128 juta jiwa. Mereka ini merupakan kalangan akar rumput bangsa ini. Maka itu potensi pasar generasi milenial akar rumput lumayan besar.

“Studi Yogrt 2017: Milenial Akar Rumput Indonesia” yang risetnya dikomandani Roby Muhamad Ph.D, sosiolog bidang jejaring sosial, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sekaligus co-founder Yogrt ini menggunakan dua metode. Pertama survei demografi online, untuk mengetahui minat – dilaksanakan pada September 2017. Kedua, Portrait Values Questionnaire dengan formulasi yang dirancang oleh Shalom H. Schwartz, seorang psikolog dunia, untuk membedah karakter psikografis kemudian diaplikasikan dalam bentuk kuis di aplikasi Yogrt. Kuisioner ini menggunakan 10 nilai dasar yang mempengaruhi motivasi individu yaitu : kekeluargaan atau kebersamaan, kesejahteraan, kemandirian, stabilitas, tradisi, keseragaman, hedonisme, stimulasi, pencapaian dan prestasi diri dan kekuasaan.

“Hasilnya, generasi milenial akar rumput di Indonesia sangat menghargai kebersamaan atau kekeluargaan. Berbeda dengan catatan generasi milenial di Amerika yang lebih mengutamakan pencapaian dan prestasi diri serta kekuasaan,” ujar Roby. Generasi milenial kita juga memiliki ketertarikan tinggi pada ide-ide atau pemikiran baru, tapi yang tidak berisiko tinggi. Maka tidak heran bahwa hanya 9 persen generasi milenial akar rumput Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap isu politik.

Terkait minat, senada dengan perhatian yang rendah terhadap ihwal politik, studi Yogrt mengemukakan hanya 7 persen milenial akar rumput Indonesia yang tertarik topik literatur atau buku. “Musik dan film menjadi hiburan utama generasi milenial akar rumput. Musik tertinggi mencapai 46 persen dan 30 persen memilih film,” terang Roby.  Yang menarik, subjek agama ternyata cukup mendapat animo milenial akar rumput Indonesia sebesar 28 persen. Hanya saja, minat terhadap agama lebih pada faktor bersosialisasi bukan dorongan ideologis.

Di dunia digital, milenial akar rumput Indonesia sangat suka berinteraksi sosial. Aktifitas chatting paling tinggi mendominasi kehidupan mereka hingga 67 persen, diikuti dengan browsing 47 persen, hiburan 41 persen dan 30 persen digunakan untuk menonton film.  “Kegiatan berbelanja dan mobile banking masih rendah, masing-masing hanya 15 persen dan 8 persen,” imbuhnya.

Roby menambahkan, bagi pemilik merek penting memperhatikan minat generasi milenial akar rumput ini. Kesenangan mereka berkumpul dengan kelompoknya, lebih percaya pada teman dan sosial media daripada keluarganya harus juga menjadi perhatian. “Walau mereka berada di akar rumput, bukan soal harga murah ternyata yang menjadi perhatian, justru identitas. Pemilik merek harus pintar mengedepankan identitas yang ingin ditonjolkan dari merek mereka,” jelasnya. Hasil survei ini menunjukkan 79 persen sumber informasi generasi milenial akar rumput diambil dari media sosial, TV 56 persen, teman mereka 29 psern, situs berita 34 persen dan keluarga 21 persen.

“Teknologi yang diterapkan di dalam aplikasi Yogrt sejalan dengan nilai dasar utama milenial akar rumput Indonesia, yakni kebersamaan. Yogrt memungkinkan adanya kemudahan dalam menemukan teman baru dan membangun komunitas; lebih mengedepankan kesetaraan di antara penggunanya (egaliter), bukan berlandas popularitas sehingga menghindarkan elitisme,” kata Roby.

Tingginya minat berupa aktif di media sosial dan chatting mempertegas pergeseran personalitas ekonomi digital yang tak lagi terbatas pada transaksi tradisional seperti pembelian barang. Ekonomi digital justru dinilai sarat aktivitas berbasis pengalaman dan interaksi sosial yang kini juga telah memiliki nilai moneter. Yogrt sendiri telah menghadirkan fitur pendukungnya, antara lain Grup, Live Content ataupun Game. Unduhan aplikasi Yogrt yang telah mencapai sekitar 7 juta pengguna, juga adanya lebih dari 40 ribu komunitas bentukan, memberi bukti bahwa milenial akar rumput Indonesia memiliki ketertarikan tinggi terhadap kegiatan ekonomi digital berbasis pengalaman dan interaksi sosial.

Tak berhenti pada inovasi aplikasi, demi melecut ekonomi digital milenial akar rumput Indonesia, saat ini Yogrt tengah membangun sebuah sistem ekosistem yang akan mencakup layanan e-commerce dan e-payment untuk kepraktisan berbelanja dan bertransaksi daring. “Melalui ekosistem ini, Yogrt meyakini bisa meraih pasar lebih luas, terutama milenial akar rumput Indonesia yang belum banyak terjangkau.  Hasil ‘Studi Yogrt 2017’ semakin menguatkan kami bahwa Yogrt berada di arah bisnis yang terencana. Kami optimis, target 20 juta pengguna pada 2019 akan tercapai,” ungkap Jason.

Aplikasi yang lahir pada 2014 ini berkomitmen untuk terus mengangkat tradisi lokal – salah satu caranya dengan menyanding momen-momen besar ala Indonesia. Beberapa kegiatan tersebut, baik di dalam aplikasi ataupun tatap muka, antara lain; Yogrt Pesta’in Sekampung – halal bi halal Lebaran, #YogrtIdulAdha, Live Streaming 17-an Lima Kota, dan yang baru saja digelar akhir Oktober lalu, Yogrt Layar Tancep Night untuk merayakan ultah ketiga Yogrt. Yogrt juga turut mendorong penggunanya menggunakan hak pilih saat Pilkada dan Pemilu. (Red)

Photo Credit : Shutterstock


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Minat Gen Z dan Milenial Terhadap Pasar Keuangan Meningkat, Tapi Pemahaman Masih Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?