Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca BEM dan Gerakan Mahasiswa Mulai Bangkit Kembali Berani Kritisi Pemerintah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

BEM dan Gerakan Mahasiswa Mulai Bangkit Kembali Berani Kritisi Pemerintah

Telegrafi Kamis, 28 September 2017 | 16:37 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Foto Munzir
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tanah Air akhirnya siuman. Mahasiswa pun mengagendakan pertemuan nasional di Jakarta, untuk mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Untuk menyambut pertemuan nasional, Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (AMPERA), yang merupakan kumpulan BEM se-Jakarta Raya juga mengkon­solidasikan diri untuk melakukan evaluasi tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (Ampera) Donny Manurung menyampaikan, tiga tahun pe­merintahan Jokowi-JK sarat dengan ketidaksinkronan janji dengan kinerja nyatanya.

Janji-janji Jokowi dinilai jauh panggang dari api. Ini yang harus kita evaluasi. “Mahasiswa sudah cukup lama tertidur di era ini, saatnya bangun dan siuman atas semua kondisi ini,” tuturnya.

Menurut Ketua BEM Universitas Mpu Tantular ini, di kampusnya di kampusnya pun telah diagendakan pertemuan mahasiswa BEM pada Sabtu (30/09/2017) besok.

“Untuk konsoli­dasi sekaligus memulai gerakan evaluasi terhadap pemerintahan Jokowi ini,” ujar Donny.

Dia mengkritisi sejumlah ma­hasiswa BEM yang malah mem­persiapkan agenda perkemahan mahasiswa di Jakarta. “Kemana kalian? Masihkah kau pegang idealisme? Apa kalian sudah ber­damai dengan penguasa? Sejarah membuktikan, mahasiswa seba­gai garda terdepan membangun dan menjaga bangsa ini,” tutur Donny.

Menurut dia, sejumlah per­soalan riil yang saat ini sedang dihadapi Indonesia sangat jelas di depan mata. “Mulai perlambatan perekonomian masyarakat, keg­aduhan politik dengan dimuncul­kannya isu-isu tak jelas. Itu semua hanya akal-akalan penguasa demi mengalihkan perhatian agar rezim ini tidak dikritisi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Donny menyam­paikan, persoalan pemberantasan korupsi yang tidak kunjung selesai, dengan tidak tegasnya pemerintah dalam pengusutan kasus korupsi yang melibatkan para petinggi negara, menjadi gambaran nyata bahwa Indonesia sengaja disibukkan untuk hal-hal yang tak fokus.

“Belum lagi, maraknya isu SARA, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia juga terus terpuruk, berdasarkan World Economic Forum (WEF) 2016,” ujarnya.

Persoalan rakyat lainnya yang digantung-gantung, lanjut Donny, adalah tidak tuntasnya reforma agraria, tidak seimbangnya pembangunan dengan ang­garan negara yang tersedia. “Kegagalan paket ekonomi Jokowi, lambatnya penyelesaian dan penuntasan kasus HAM, hingga terjun bebasnya martabat bangsa dalam pelaksanaan Sea Games,” ujarnya.

Yang juga fatal dari kebijakan rejim Jokowi ini, lanjut Donny, Indonesia gagal membangun industri nasional dan memban­gun kapasitas buruh nasional. “Banyak tenaga kerja dari luar negeri, khususnya dari Tiongkok, yang merenggut lapangan kerja Indonesia,” ujarnya.

Dari evaluasi mahasiswa, kata Donny, Jokowi juga gagal membangun sistem pendidikan yang sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945. “Gagal membangun kesehatan masyarakat, gagal mengatasi kemiskinan dan ketimpangan,” tuturnya.

Saat ini, kata dia lagi, merebak isu bahwa penguasa mencoba membungkam kemerdekaan mahasiswa dengan akan diada­kannya Jambore yang akan di­laksanakan Oktober mendatang. “Kegiatan ini terindikasi untuk mengkanalisasi mahasiswa agar berhenti melakukan gerakan massa pada Oktober menda­tang,” kata Donny.

Untuk itu, lanjut dia, maha­siswa dan BEM serta masyarakat Indonesia harus bersatu meng­kritisi rejim Jokowi-JK. “Kita harus konsolidasi dan menyatu­kan gerakan ini, melakukan evaluasi yang efektif terhadap pemerintahan Jokowi,” pung­kasnya. (Red)

Photo Credit : Munzir


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?