Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kecemasan dan Kelelahan Berefek Pada Produksi ASI
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Kecemasan dan Kelelahan Berefek Pada Produksi ASI

Atti Kurnia Rabu, 30 Agustus 2017 | 23:58 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Menyusui merupakan proses terpenting dalam memberikan asupan nutrisi terbaik di masa awal tumbuh kembang si buah hati. Setiap ibu tentunya menginginkan proses menyusui secara optimal agar buah hati mendapatkan manfaat dan haknya. Namum belum semua ibu mampu mengoptimalkan proses untuk menjaga kuantitas serta kualitas Air Susu Ibu (ASI) agar bisa menyusui secara eksklusif.

Apa lagi pada masa sekarang ini, di jaman millenia dimana para ibu banyak yang bekerja di luar rumah meninggalkan buah hatinya, khususnya ibu ibu muda. Kelelahan yang di timbulkan setelah para ibu bekerja ini bisa mengakibatkan kecemasan, tidak nyaman sehingga produksi asi akan menurun. Hal itu disampaikan Irma Gustiani Psikolog Keluarga di Jakarta, (30/08/17) “Mama muda yang bekerja akan kelelahan ini akan memicu kecemasan, dan tidak nyaman sehingga ini akan mengakibatkan produksi asi menurun,” tuturnya.

Irma mengatakan bukan saja kelelahan dan kecemasan yang memicu produksi ASI, tidak adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar terutama suami ini akan memperburuk produksi ASI bagi ibu ibu menyusui. Apalagi kondisi ini terjadi pada saat di 5 hari pertama kelahiran, ini akan memicu ibu ibu mengalami Babyblues (kesedihan yang mendalam).

Kecemasan pada 5 hari pertama kelahiran 80% ibu akan mengalami babyblues, tapi jangan khawatir babyblues dapat dihindari. Irma mengatakan ibu yang akan melahirkan sebaiknya mencari informasi sebanyak banyaknya dalam rangka persiapan mental pada dirinya. Perubahan fisik setelah melahirkan dan bagaimana menghindari kecemasan yang timbul dengan pola tidur yang kurang serta kebutuhan asupan gizi yang masuk.
Selain persiapan mental yang harus dilakukan adalah support dari keluarga, lingkungan dan yang paling menentukan adalah ayah atau suaminya. “suport dari suami yang paling utama dan keluarga besar, lingkungan, teman kantor dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Ditemui di tempat yang sama Febriansyah Darus dokter spesialis kandungan mengatakan memang masih banyak para ibu yang terkendala dalam menjalani proses menyusui secara optimal, salah satu penyebabnya adalah kurangnya bekal pengentahuan atau informasi dalam mempersiapkan proses menyusui dari hamil. “Memang masih banyak para mama yang terkendala dalam menjalani proses menyusui yang optimal dikarenakan berbagai factor. Dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi Mama saat menyusui, sangatlah penting bagi Mama untuk berbekal pengetahuan atau informasi dalam mempersiapkan proses menyusui sedari hamil. Mama perlu memahami bahwa mekanisme produksi ASI sudah dimulai pada masa kehamilan. Di mana pada bulan ketiga, tubuh Mama sudah mulai memproduksi hormon-hormon yang menstimulasi munculnya ASI. Sedangkan pada bulan kelima dan keenam, ASI sudah siap diproduksi. Sehingga jika Mama berkonsultasi kepada ahli kesehatan, selain terus menjaga pola makan bergizi seimbang, pada bulan kelima Mama juga akan dianjurkan untuk melakukan pijat laktasi. Tujuannya agar sistem pada payudara Mama dapat lebih siap dalam melakukan proses laktasi yang lancar.” Jelasnya.

Juwalita Surapsari dokter spesialis gizi klinik memaparkan selain dukungan dari berbagai hal, asupan nutrisi yang masuk ke ibu sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Ibu menyusui membutuhkan 750 ml hingga 1000ml dan 70 kalori untuk 6 bulan pertama.

“Kebutuhan gizi ibu meningkat saat ibu menyusui. Enam bulan pertama kurang lebih 750 ml hingga 1000ml = 70 kalori, Untuk 6 bulan pertama butuh memperluka 330 dan 6 bulan ke dua 400 kkal. Untuk membantu terpenuhinya kebutuhan Gizi Naomi Jamaro head of Connection Nutricia Sari husada menerangkan Laktamil mengeluarkan 3 varian susu yaitu susu untuk ibu hamil dan susu usai melahirkan, dan membuka konsultasi melalui FaceBook dengan livechat. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?