Telegraf, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni menyampaikan pernyataan sikap menolak segala bentuk doktrin gerakan-gerakan kelompok radikal yang sedang gencar menyasar kawula muda terutama pelajar di sekolah umum. Pernyataan sikap tersebut disampaikan saat dihubungi media di Kantor IPPNU Lt. 6 Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis, (04/05/17).
Pernyataan sikap tersebut adalah sebagai berikut : pertama, menolak seluruh doktrin ideologi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tentang khilafah di NKRI terutama pada anggota Rohis di sekolah-sekolah yang ikut-ikutan mendukung kampanye khilafah dan HTI yang bertentangan dengan visi nasionalisme bangsa harus diarahkan kembali ke jalan yang benar dan yang dapat berakibat pada perpecahan anak bangsa.
Kedua, IPPNU mendesak Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI untuk mengeluarkan surat kepada Dirjen terkait agar mengizinkan organisasi IPPNU yang merupakan badan otonom di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memiliki visi mengajak pelajar dan remaja putri Indonesia mencintai agama dan tanah air secara bersama-sama tanpa mempertentangkan keduanya, untuk menjadi salah satu wadah ekstrakurikuler untuk mengenalkan Islam Nusantara, Islam Rahmatan Lil ‘Alamiin, dan Islam berhaluan Ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyyah di sekolah-sekolah umum.
Menurut Puti, IPPNU seharusnya memiliki akses yang mudah untuk dapat masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah umum selain Rohani Islam (Rohis).
“Pelajar putri Indonesia wajib hukumnya menjaga keutuhan pilar-pilar bangsa Indonesia, Hubbul wathon minal iman. Cinta tanah air sebagian dari iman. Nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan adalah harga mati yang terwujud dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.” Ucap Puti.
IPPNU dalam hal ini menimbang bahwa Pelajar Putri Indonesia harus mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar berbangsa dengan cara memupuk kembali nasionalisme berbangsa, toleran, cinta damai, menghormati dan menerima perbedaan agama, ras, suku, golongan, anti-khilafah, dan anti merasa paling benar dalam ber-Islam.
Puti juga menjelaskan hari ini IPPNU akan terus-menerus berjuang masuk ke sekolah umum, melakukan kaderisasi secara optimal, kampanye hubbul wathon minal iman, kampanye ber-Islam ala NU, memperkuat sosial media, dan menginstruksikan secara resmi kepada seluruh jajaran di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, dan komisariat agar mulai melakukan kaderisasi di sekolah umum. (Red)