Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Djarot Bersama Keluarga Besar NU Peringati Isra’ Miraj Nabi Muhammad
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Djarot Bersama Keluarga Besar NU Peringati Isra’ Miraj Nabi Muhammad

Telegrafi Selasa, 4 April 2017 | 17:45 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Djarot Syaiful Hidayat. Telegraf/Koeshondo W. Widjojo
Djarot Syaiful Hidayat. Telegraf/Koeshondo W. Widjojo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan tokoh muda Nahdhatul Ulama (NU) yang juga Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera) Nusron Wahid menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Istighosah Islam Nusantara yang digelar Keluarga Besar NU Jakarta Barat di Kalideres, Jakarta Barat, (03/04/2017).

Hadir juga sejumlah tokoh dan ulama NU Jakarta Barat, antara lain KH Muchtar Ghozali (Cengkareng), KH Amin Kadaung (Tegal Alur), KH Salwan (Kapuk), Kyai Sirodj Ronggalawe, Kyai Endang Ahmad Syah, KH Muhammad Ali, dan KH Mahfud.

Nusron menyebut silaturahmi dalam kegiatan ini bukan untuk provokasi, tapi menyampaikan apa yang perlu diketahui nahdhiyyin bahwa pasangan calon yang paling berpihak kepada kaum nahdhiyyin adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Basuki-Djarot).

“Kalau ada orang NU ngapain milih yang lain dalam Pilkada. Dan Pak Djarot ini orang Jawa Timur yang NU tulen, maka kita pilih pasangan nomor urut dua,” ujar Nusron.

Nusron mengatakan, kalau Basuki-Djarot menang dalam Pilkada DKI, dipastikan sekolah dan madrasah NU yang saat ini kondisinya kurang baik akan dibantu nanti, sedangkan mereka yang belum mendapatkan beasiswa akan mendapatkannya pada kepemimpinan Basuki-Djarot ke depan.

Keberpihakan Basuki-Djarot terhadap kaum nahdhiyyin dan muslim secara umum juga bisa dilihat dari berbagai kebijakannya.

“Oleh Pak Djarot yang orang NU, makam ulama dilestarikan. Makam Mbah Priok sudah dijadikan cagar budaya religius. Dan makam para ulama di Betawi semua dilestarikan dan kalau ziarah lebih nyaman,” imbuh Nusron.

Nusron mengingatkan bahwa Ahok-Djarot mempunyai program KJP Santri sehingga anak orang Jakarta meski nyantri di Jombang, Kudus, Situbondo, Sukabumi, Banten dan daerah lainnya akan mendapatkan KJP Santri dari Basuki-Djarot.

“Dalam Islam, tak semua harus berperang dan mencari nafkah. Harus ada satu golongan yang tafakkur fiddin, agar nanti kalau pulang dari mondok bisa merawat umat. Mereka inilah santri-santri yang kini diperhatikan Pak Djarot,” jelas Nusron.

Djarot Saiful Hidayat sendiri menyatakan Pemda DKI sudah menjalankan KJP Santri khusus warga Jakarta yang mondok di luar Jakarta, yang tidak mampu atau membutuhkan biaya maka bisa dapat KJP Santri, di mana pun dia mondok.

“Sekarang sedang kita data pondok mana saja yang menerina santri dari Jakarta. Sehingga kita punya hubungan dan kaitan dengan pondok pesantren yang bersangkutan. Ini perlu disampaikan karena kita ingin santri mondok di pesantren yang mengajarkan Islam rahmatan lil alamin,” kata Djarot.

Djarot menegaskan, bahwa garis perjuangan yang dibangunnya sejak dulu adalah di jalan NU, yakni di jalan Islam yang Pancasilais karena ini negara Pancasila. Jalan merawat Bhinneka Tunggal Ika untuk menciptakan dan merawat NKRI berdasarkan UUD 1945.

“Meski banyak tantangan tapi saya yakin ini jalan kebenaran yang membawa faedah bagi bangsa Indonesia,” tegas Djarot.

Sementara itu Ketua Panitia Ustad Haji Agus Salim berkata, “Kalau enggak sholawat dan enggak maulidan, bukan NU namanya. NU itu mengedepankan Islam rahmatan lil alamin. Islam yang toleran dan tidak membawa kekerasan.” (Red)

Photo Credit : Telegraf/Koeshondo W. Widjojo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit

Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?