Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Menristekdikti Bersama Ketum PBNU Resmikan UNU Yogyakarta
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Menristekdikti Bersama Ketum PBNU Resmikan UNU Yogyakarta

Telegrafi Senin, 13 Maret 2017 | 02:56 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj. FILE/Sopian
Photo Credit: Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj. FILE/Sopian
Bagikan

Telegraf, Yogjakarta  – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, pada Jumat (10/3/2017) resmi dilaunching setelah sekian lama menunggu. UNU Yogyakarta memiliki 5 fakultas, antara lain Fakultas Dirasah Islamiyah, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Industri Halal, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pendidikan. Dari 5 Fakultas itu terdapat 11 program studi. Dengan kehadiran UNU, jumlah perguruan tinggi (PT) di DIY mencapai 106. Jumlah PT di Indonesia sendiri mencapai 4525 termasuk yang di bawah Kementerian Agama.

Hadir dalam kesempatan itu Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Prof Dr Muhammad Nasir dan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIY KGPA Pakualam X, dan Ketua PWNU DIY Prof Nizar Ali yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agamadan sejumlah rektor di wilayah Yogyakarta, pejabat tinggi, sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

SK pendirian UNU Yogyakarta langsung diserahkan Menristekdikti kepada Said Aqil Siroj. Dalam sambutannya, Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan bahwa dibukanya UNU Yogyakarta adalah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hal itu bertahap. Mantan Rektor Undip tersebut juga menegaskan, bahwa di awal pembukaan, UNU Yogyakarta tidak bisa langsung menjadi kampus bagus. Sebab, menurut guru besar asal Ngawi, Jawa Timur tersebut, perguruan tinggi jika ingin bagus harus istikamah melalui cara-cara yang benar untuk mencapai derajat perguruan tinggi yang berkualitas.

Sambutan tersebut dikatakannya di UNU Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Lowanu, 47 Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. “Dalam kehidupan ini, tidak bisa mencapai kesempurnaan hidup tanpa melalui ikhtiar. Tidak bisa kita lompat langsung tinggi dalam kehidupan,” beber Nasir.

Nasir juga menegaskan, bahwa UNU Yogyakarta harus menjalankan proses pendidikan dengan benar. “Kalau sudah dapat izin dari Dikti, ada mahasiswa yang kurang kuliahnya, diluluskan. Ya jangan. Dosennya kurang, harus cari. Itu baru hebat. Kalau proses-proses dipenuhi dengan baik, UNU Yogyakarta akan menjadi perguruan tinggi yang berkualitas,” tegas Nasir.

Pihaknya berharap, UNU Yogyakarta ke depan betul-betul mengawal kualitas pendidikan dengan baik. Untuk itu menurutnya, UNU harus kerja keras. Tanpa kerja keras, tidak mungkin mencapai kualitas baik.  “Jangan mudah putus asa. Jangan merasa kecil hati karena berdiri di Yogyakarta yang memiliki ratusan perguruan tinggi. Ada 105 Perguruan tinggi di sini,” tandas dia.

Menristekdikti tersebut juga berharap UNU Yogyakarta bisa sejajar dengan kampus-kampus besar yang sudah terlebih dahulu berdiri di Yogyakarta.  “Mudah-mudahan UNU dapat sejajar dengan UGM. Jangan bermimpi apa adanya atau lillahi ta’ala. Saya berharap Pak Rektor jangan segan-segan dalam menjalankan tugas. Sepenuh hati untuk membangun perguruan tinggi NU yang berkualitas,” lanjut Nasir.

Selain agenda menyerahkan SK Pendirian UNU Yogyakarta kepada Kiai Said Aqil, dalam launching tersebut, juga dilakukan pelantikan Rektor UNU Yogyakarta oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Peresmian kampus UNU Yogyakarta juga diikuti dengan pelantikan rektor pertama UNU Yogyakarta, Prof Purwo Santoso oleh Kiai Said. Prof Purwo merupakan Wakil Ketua PWNU DIY bidang Kajian Strategis dan Perguruan Tinggi dan guru besar UGM Yogyakarta

Dalam kesempatan itu, KH. Said Aqil Siroj juga mengatakan bahwa upaya membangun peradaban lewat pendidikan yang berkualitas menjadi perhatian NU sejak berabad-abad lalu mendirikan pesantren. “Karena baginya, agama Islam bukan hanya akidah, ubudiyah, dan syariah, tetapi juga budaya, peradaban, teknologi, serta kemanusiaan. Bidang-bidang tersebut menurutnya dapat menopang peradaban Islam menjadi lebih baik,” kata Kiai Said.

Berdirinya UNU Yogyakarta menambah jumlah perguruan tinggi NU di Indonesia. Sebab, selain di Yogyakarta sendiri, di Jawa Tengah sudah banyak yang berdiri dan proses izin dari Kemenristekdikti. Mulai dari  Unwahas Semarang, UNU Surakarta, UNUGHA Cilacap, Unisnu Jepara, UMNU Kebumen, Unsiq Wonosobo. Sementara saat ini yang proses menjadi universitas adalah Unisnu Temanggung dan UNU Pekalongan. (Red)

Photo credit : NU


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?