Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Guru Harus Bisa Lakukan Inovasi Dalam Melakukan Pengajaran
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Guru Harus Bisa Lakukan Inovasi Dalam Melakukan Pengajaran

Telegrafi Sabtu, 4 Maret 2017 | 16:22 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan melakukan proses belajar mengajar menggunakan kurikulum 2013 di SDN Jombatan III sebagai sekolah pengembangan dan percontohan K13 Jombang, Jawa Timur, Senin (8/12). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/Koz/14.
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Guru adalah ujung tombak dari setiap kegiatan pendidikan dan oleh karenanya, kualitas dan kapabilitas guru menjadi satu hal yang mendasar dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Guru perlu melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar agar transfer pengetahuan pada murid dapat berjalan baik.

“Untuk itu, guru harus terus didorong untuk melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar,” ujar Direktur Global Sevilla Robertus Budi Setiono, di sela-sela pagelaran teater Very Shakespeare, di Jakarta, Jumat.

Metode pembelajaran kepada anak didik pada masa kini menuntut adanya daya tarik dari setiap guru dalam mengajar, apalagi untuk materi-materi yang cenderung mempunyai tingkat kebosanan yang tinggi.

Salah satu inovasi pembelajaran yang dilakukan adalah dengan mengembangkan materi pembelajaran Bahasa Inggris melalui pendekatan kesusastraan.

Dengan demikian, pembelajaran tidak sekedar teori didalam kelas, namun juga dipraktikkan dalam suatu pementasan sebuah drama.

Selain untuk menambah pengetahuan dan keahlian dalam bidang berbahasa, anak-anak juga diajarkan untuk mengenal karya-karya sastra.

“Proses pembelajaran di Indonesia harus dapat menciptakan kenyamanan bagi para siswa. Pola pembelajaran yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, yang mana menjadikan sekolah sebagai taman bermain dan belajar juga harus diterapkan kembali,” kata pemerhati pendidikan itu.

Siswa harus dibuat menyenangkan pada saat belajar, karena kalau hanya disuruh membaca dan mengerjakan soal-soal, mereka akan merasa bosan.

Pembelajaran yang memadukan dengan praktik, misalnya pagelaran, akan membuat siswa senang.

Selain itu, sambung dia, melalui kegiatan praktik, secara perlahan karakter dan empati anak-anak juga akan tumbuh.

“Pendidikan karakter akan lebih mudah dan efektif melalui tindakan-tindakan langsung, ketimbang hanya diajarkan di dalam kelas,” jelas dia.

Oleh karena itu, tegasnya, sudah saatnya para guru melakukan inovasi pembelajaran dan meninggalkan metode pembelajaran lama yang bersifat satu arah, dimana guru dianggap sebagai satu-satunya sumber ilmu.

“Kurikulum yang ada sekarang pun kalau diajarkan dengan metode-metode lama, juga tidak akan berhasil. Untuk itu, guru harus belajar juga tentang berbagai metode pembelajaran, karena banyak sekali ragam metode pembelajaran yang dapat diterapkan,” tambah dia.

Meskipun diakui, mengubah paradigma mengajar para guru bukan sesuatu yang mudah, tapi guru harus ditantang dan didorong untuk berinovasi. (Red)

Photo credit : Antara/Saiful Arif


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?