Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani Naik 2,83%
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani Naik 2,83%

Atti Kurnia Rabu, 1 Februari 2017 | 22:35 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Pekerja Memanen Padi di Desa Beras Sekata, Deli Serdang. Gabah padi tersebut nantinya akan dijual kepengumpul seharga Rp 4000,-/Kg.
Bagikan

Jakarta, Telegraf – Badan Pusat statistic (BPS), mencatat harga gabah kering panen (GKP) ditingkat petani sebesar Rp4.754/kilo gram (kg), naik 2,83% dan harga beras medium di pengilingan sebesar Rp9.100 /kkg, naik 0,34% disbanding bulan lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto l Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/17). Sementara  gabah kering giling (gkg) di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 1,91% sementara di pengilingan gkg naik 2,9% dan perkembangan harga beras di pengilingan adalah 2,53%.

“ Mengenai perkembangan harga beras di penggilingan untuk premium mengalami kenaikan tipis 0.96% sementara mediumnya 0,34%, jadi harga di Januari , untuk  medium Rp9100/kg di pengilingan sementara untuk beras kualitas rendah kenaikannya lebih tipis 0,13%,” Ujar Suhariyono.

Suhariyanto menjelaskan selama januari 2017, harga tertinggi di tingkat petani Rp8.878/kg ditingkat pengilingan Rp8.980/kg, sedangkan harga terendah di petani adalah Rp3300/kg dan untuk ditingkat pengilingan adalah Rp3475/kg.

“Mlihat kenaikan harga di setiap level kenaikan harga di petani  megenai GKP itu 2,38% dipengilingan untuk jenis medium 0,34%,  grosir 0,90%, tetapi yang sangat bagus di level harga eceran yang boleh di bilang fleet naiknya tipis sekali yaitu 0,16%, sehinga klo ini tercapai berarti apa yang di terima petani lebih tinggi dan apa yang di bayar kosumen cenderung sama hanya naik 0,16 persen,” Suhariyanto menegaskan.

Baca Juga :  BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Selama Januari 2016 sampai Januari 2017, rata rata harga tertinggi ditingkat petani untuk GKG dan GKP adalah masing masing Rp5211/kg dan Rp5753/kg terjadi pada bulan februari 2016, sebalknya  untuk harga terendah GKP dan harga kualitas rendah  masing masing Rp462/kg di bulan April 2016.

Suhariyanto berharap kedepan dari gabah petaninya naik lebih tinggi lagi sementara beras ecerannya lebih terkendali dan tidak fluktuasi.(Red)


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Ekspor Perdana STRK ke Singapura, Perusahaan Bidik Diversifikasi Pendapatan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tuntaskan 100% Pelaporan SPT dan LHKPN 2025 Tepat Waktu

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit
PROPAMI
Ekonomika

PROPAMI Gelar Serial Ramadhan Talkshow 2026 Bahas Profesi Penasehat Investasi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?