Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mahar Politik Sebuah Tindakan Manipulatif Perusak Kaderisasi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Mahar Politik Sebuah Tindakan Manipulatif Perusak Kaderisasi

Telegrafi Kamis, 18 Januari 2018 | 20:23 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Antara
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Komisioner KPU Pramono Tanthowi Ubaid menegaskan bahwa mahar politik merupakan tindakan manipulatif yang merusakkan semua proses kaderisasi dan pendidikan politik yang dilakukan partai politik. Pasalnya, di dalam mahar politik, upaya mendapatkan dukungan atau rekomendasi dilakukan secara ilegal.

“Mahar politik merupakan tindakan manipulatif, karena menerobos semua proses kaderisasi dan pendidikan politik. Ini merupakan salah satu bentuk kecurangan dalam pemilu. Karena di dalamnya ada upaya mendapatkan dukungan politik untuk menjadi kandidat secara tidak legal,” kata Pramono di Jakarta, Kamis (18/01/2018).

Seharusnya, kata Pramono dukungan politik seorang kandidat didapatkan melalui proses yang wajar, yakni melalui seleksi internal di antara kader-kader terbaik partai politik. Menurut dia, seleksi ibi juga dihasilkan melalui proses kaderisasi yang berjenjang dan sistematis.

“Sehingga parpol dapat menjalankan fungsinya secara optimal di dalam rekrutmen dan kaderisasi calon-calon pemimpin, pencalonan dalam kontestasi elektoral dan pendidikan politik,” tutur dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar. Menurut Fritz, mahar politik menimbulkan dampak yang sangat berbahaya bagi masa depan parpol dan demokrasi.

“Mahar politik jelas merusak sistem yang sudah dibangun parpol, yaitu sistem kaderisasi dan pendidikan politik untuk menghasilkan kader-kader yang berkualitas, berkapasitas dan berintegritas,” kata dia.

Tak hanya itu, lanjut dia, mahar politik merusak kader parpol itu sendiri. Kader-kader parpol yang telah berjuang berdarah-darah membangun partai, akhirnya tersingkir karena kalah modal dengan kandidat lain yang non-kader.

“Mahar politik juga merugikan masyarakat pemilih karena masyarakat harus memilih kandidat yang tidak sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan parpol menyodorkan kandidat yang jumlahnya terbatas,” pungkasnya. (Red)

Photo Credit : Antara


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?