1.000 Teknopreneur Program Kemristek Untuk Pulihkan Ekonomi

"Teknopreneur bisa menciptakan lapangan kerja baru dan jenis pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan nasional, serta mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial,"

1.000 Teknopreneur Program  Kemristek Untuk Pulihkan Ekonomi

Telegraf – Pandemi Covid-19 berdampak luas di semua sektor dan kehidupan masyarakat. Untuk keluar dari jurang keterpurukan ekonomi, sektor wirausaha (enterpreneur) dengan sentuhan teknologi (teknopreneur) didorong dan diperkuat sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menyelamatkan kondisi perekonomian.

Untuk itu Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) bersama Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) menjalin kerja sama lewat nota kesepahaman untuk mencetak seribu teknopreneur sejuta pekerjaan.

Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan, kerja sama ini akan memperkuat program startup inovasi Indonesia yang sudah dimulai oleh Kemristek sejak 2015. Apalagi di tengah kondisi pandemi, sebuah negara didorong harus bisa memanfaatkan dan mengolah sumber daya alamnya.

Situasi pandemi membuat banyak usaha kesulitan modal hingga merumahkan karyawannya. Bambang menyakini entrepreneur berbasis teknologi (teknopreneur) bisa membantu pemulihan ekonomi.

“Teknopreneur bisa menciptakan lapangan kerja baru dan jenis pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan nasional, serta mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial,” katanya dalam virtual meeting penandatangan nota kesepahaman di Jakarta, Senin (28/09/2020).

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meluncurkan program serupa 1.000 startup. Namun menurut Bambang, program kerja sama Kemristek dan Inotek ini punya perbedaan dengan program yang digelar Kemkominfo.

Teknopreneur yang diberi pendampingan mencakup delapan sektor seperti pangan, kesehatan, pertanian, pertahanan keamanan dan energi yang berasal dari akar rumput (grass root) lewat teknologi tepat guna. Sedangkan Kominfo menekankan pada startup berbasis digital.

Bambang menambahkan, sasaran program tersebut pun bisa memperkuat UMKM untuk bisa adaptif terhadap teknologi. Hal ini juga sejalan dengan program Desa Berinovasi yang dilakukan bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang digagas tahun 2020.

“Indonesia perlu mengedepankan ekonomi berbasis inovasi. Pelaku startup atau pun teknopreneur harus didukung teknologi yang kuat,” ucap Bambang.

Ia pun berharap lewat kerja sama yang akan segera dimulai ini akan melahirkan banyak perusahaan pemula berbasis teknologi. Bahkan Program Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi yang dibuat Kemristek dengan anggaran Rp 150 miliar per tahun bisa diperkuat dengan program Inotek ini.

Baca Juga :   Efisiensi, Pertamina Cilacap Manfaatkan EBT

“Dengan sinergi, kita akan menguatkan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi,” ungkapnya.

Pendiri Yayasan Inotek, Sandiaga Uno mengungkapkan, dalam program ini satu teknopreneur diharapkan bisa menciptakan 1.000 pekerja. Hal ini didorong untuk menjadi daya dobrak terhadap melemahnya perekonomian karena pandemi sekaligus merevitalisasi ekonomi Indonesia dengan ekonomi lokal.

“97% pekerjaan di kontribusi UMKM dan harus kita tingkatkan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Inotek, Ilham Habibie menyebut, program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan ini adalah program terbesar dan pertama di dunia yang diselenggarakan di akar rumput pada 34 provinsi di Indonesia.

“Inovasi dan teknologi yang kita dorong dari akar rumput, teknologi adaptif dan tepat guna. Tujuannya untuk memudahkan kegiatan keseharian dan perekonomian mereka,” papar Ilham.

Saat ini kehidupan masyarakat sudah dekat dengan sentuhan teknologi seperti belanja online (daring), pembayaran digital, mobile banking, konser daring, telemedis, teleworking, virtual learning, dan supply chain industri manufaktur. Bahkan kecerdasan buatan sudah menghasilkan banyak teknologi yang mendukung kehidupan sehari-hari.


Photo Credit : Menteri Riset, dan Teknologi/Kepa BRIN Bambang Brodjonegoro, menjadi Opening Keynote dalam Kegiatan Data Gov AI 2019 Summit di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. (07/11/19). FILE/RISTEK

Aris Maulana