Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Yusril Sebut Alasan Kenapa Dirinya Tak Gabung Dengan Prabowo-Sandi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Yusril Sebut Alasan Kenapa Dirinya Tak Gabung Dengan Prabowo-Sandi

Telegrafi Jumat, 9 November 2018 | 00:17 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Antara
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra (YIM) menyatakan salah satu alasannya mengapa tidak bergabung dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) adalah terkait format koalisi yang tidak jelas. Tanpa format koalisi yang jelas, Yusril khawatir PBB akan digergaji oleh Gerindra.

Hal tersebut disampaikan Yusril melalui keterangan tertulisnya, Kamis (08/11/18), untuk menanggapi kritik berbagai pihak atas keputusannya menjadi kuasa hukum pasangan kubu nomor 01 Joko Widodo-Ma’rif Amin. (Jokowi-Ma’ruf).

“Sejak awal, Prabowo-Sandi yang tak mau diajak bicara soal format koalisi,” tegasnya.

Yusril menyatakan dirinya pernah menyarankan Prabowo-Sandi mengundang para ketua umum parpol untuk mendiskusikan format koalisi. Lalu, format itu disepakati bersama. Format koalisi harus jelas sejak awal, karena Pemilu 2019 dilaksanakan secara serentak, yakni pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) serta pemilu legislatif (pileg). Dengan sistem itu, peta daerah pemilihan (dapil) harus jelas.

“Dalam koalisi di sini (Prabowo-Sandi, Red), di satu pihak anggota koalisi disuruh all out mengampanyekan Prabowo-Sandi. Namun dalam pileg, di suatu dapil sesama anggota koalisi saling bertempur untuk memperoleh kemenangan bagi partainya. Nanti yang terjadi adalah Prabowo-Sandi menang pilpres, tetapi dalam pileg yang sangat diuntungkan Gerindra. Parpol anggota koalisi yang lain bisa babak belur. Ini saya katakan dalam pileg di dapil, PBB bisa ‘digergaji’ sama Gerindra,” terangnya.

Yusril menegaskan dirinya sudah meminta pembahasan format koalisi agar agar parpol anggota koalisi bisa sama-sama nyaman. Namun, Prabowo yang memimpin koalisi Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat, tidak pernah mau membahasnya.

“Saran ini sudah saya sampaikan ke Pak Prabowo melalui Pak Sandi, tetapi sampai hari ini tidak pernah ditanggapi,” ungkapnya. (Red)


Photo Credit : Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra (YIM) menyatakan kenapa tidak bergabung dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi). ANTARA

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?