Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca YMKI Apresiasi MUI Terbitkan Kriteria Produk Terafisial Israel, Jangan Salah Pilih
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Cakrawala

YMKI Apresiasi MUI Terbitkan Kriteria Produk Terafisial Israel, Jangan Salah Pilih

Atti K. Selasa, 3 September 2024 | 14:55 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Kaos bergambar seruan boikot terhadap produk pro Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina/Doc/muslimvillage.com
Bagikan

Telegraf – YKMI mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menghadirkan lima kriteria produk terafiliasi Israel.

“YKMI sangat mendukung kriteria produk terafiliasi Israel dari MUI. Sebab, kriteria ini akhirnya memberikan landasan yang lebih kuat agar masyarakat Muslim dan konsumen Muslim menggunakan produk-produk nasional yang bukan produk terafiliasi Israel,” kata Direktur Eksekutif YKMI Ahmad Himawan (6/8).

Lima kriteria produk terafiliasi Israel yang diumumkan MUI tersebut adalah: Pertama, saham mayoritas dan pengendali perusahaan dikuasai oleh pihak-pihak yang memiliki afiliasi dengan Israel. Kedua, pemegang saham pengendali perusahaan merupakan entitas asing yang memiliki bisnis aktif di Israel. Ketiga, sikap politik pengendali perusahaan mendukung politik genosida dan agresi Israel atas Bangsa Palestina. Keempat, nilai-nilai yang dianut produsen bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama, Pancasila, dan UUD 1945, seperti LGBT, terorisme, dan ultra-liberalisme. Dan kelima, sikap dan pernyataan politik dan ekonomi perusahaan, termasuk perusahaan global sebagai induknya, masih mempertahankan investasi di Israel.

Menurut Ahmad Himawan, kriteria dari MUI itu semakin menguatkan boikot 10 daftar prioritas produk terafiliasi Israel yang pernah dirilis oleh YKMI.

Sejauh ini, aksi boikot harus diakui terbukti cukup masif dan berpengaruh. Hal ini bisa dilihat dari hasil survei terbaru Goodstats.id bertajuk ‘Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel’ dengan 1.000 responden online pada periode 15-28 Juli 2024, yang menunjukkan bahwa 70,2% masyarakat mendukung boikot, dan sebanyak 77,2% masyarakat bahkan menyatakan sedang melakukan aksi boikot.

Managing Editor GoodStats, Iip M. Aditiya, memaparkan bahwa mayoritas responden (70,2%) mendukung gerakan boikot produk terafiliasi Israel. Sebaliknya, hanya ada sejumlah kecil responden (12,8%) yang menolak aksi boikot.

“Tak cuma mendukung, aksi boikot produk-produk terafiliasi Israel secara konkret juga saat ini tengah dilakukan oleh sebanyak 77,2% responden dalam kesehariannya,” papar Iip M. Aditiya awal bulan lalu.

Saat ini, banyak cara dilakukan perusahaan multinasional yang terafiliasi Israel agar bisnis mereka tetap lanca di Indonesia. Beberapa di antaranya seperti, ganti wajah dengan menghapus logo perusahaan induknya, mengklaim 100% buatan Indonesia, hingga menggunakan perempuan berhijab di iklan-iklan televisi. Namun, taktik ini terus dilawan oleh masyarakat.

“Pada ngeh ga? Brand brand terafiliasi Israel saat ini tidak pernah mencantumkan perusahaan induk di iklannya, macam unilev*, Nese, dan*n, dan lain sebagainya. Selain itu model iklannya, baik utama maupun figur, menggunakan tokoh berhijab,” tulis akun @thejonosman di aplikasi media sosial Threads, yang dioperasikan Meta Platforms.

“Ngeh banget… tiba-tiba modelnya berhijab semua, terus selalu ada tulisan label halal MUI nya, iklan di TV gencar di jam 18.00 menuju malam… biaya pasang iklan paling mahal,” sahut akun lain bernama @artieaprillia.

Dari percakapan masyarakat melalui platform media sosial ini merupakan bagian kecil dari masifnya gerakan boikot produk terafiliasi Israel, yang berlanjut hingga hari ini.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Cakrawala

Temanggung Bangkit, CATEC Gelar Pameran “Adu Roso” Karya Pelukis se Jawa-Bali

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Dzikir Visual Karya YSH

Waktu Baca 3 Menit
Cakrawala

Kasih Di Mata Dua Perupa

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Muda Mudi Turi Mendominasi Pelatihan Produksi Video Tentang Desa

Waktu Baca 3 Menit
Cakrawala

Menghidupkan Kembali Tagoreisme

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Empat Resep Anti Miskin Pemerintahan Baru

Waktu Baca 4 Menit
Cakrawala

Melatih Karya Dengan Pelatihan, Bertukar Cerita Tentang Keindahan Alam

Waktu Baca 3 Menit
Cakrawala

Pengacara Kritik Adanya Ancaman Hukum ke Konsumen Yang Keluhkan Galon ‘Jentik Hitam’

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?