Wujudkan Mimpi Melalui Machester City Trophy Tour 2019.

"Mimpi itu mutlak karena akan menjadi semangat untuk meraih, dan dgn ini otomatis kita terus bergerak. Disinilh rexona ingin mensuportnya"

Wujudkan Mimpi Melalui Machester City Trophy Tour 2019.

Telegraf, Jakarta – Mimpi adalah cambuk diri untuk mengukir prestasi, melalui prosesnya kita harus terus bergerak dalam mengapai mimpi tersebut. pT unilever melalui Rexona terus ingin mensuport melalui Machester City Trophy Tour 2019.

Anggya Kumala selaku Senior Brand Manager Rexona Deodorant PT Unilever Indonesia Tbk, mengatakan saat konfrensi pers terkait Rexona Ajak Pria Aktif Mengejar Mimpi, di Jakarta.

“Mimpi itu mutlak karena akan menjadi semangat untuk meraih, dan dgn ini otomatis kita terus bergerak. Disinilh rexona ingin mensuportnya,” tuturnya, Kamis (17/10).

Ia mengatakan tibuh yang sehat kita bebas untuk bergerak dan juga akan percaya diri. “Pria memang memproduksi keringat lebih banyak daripada wanita. Semakin aktif mereka bergerak; baik itu saat berolahraga atau aktivitas lainnya, maka produksi keringat akan terus meningkat,” tutur Anggya.

Hadir dalam agenda tersebut adalah aktor Fedi Nuril, menjelaskan sebagaii laki laki ia sadar produksi keringat lebih besar jadi kita sebagai pemilik diri, harus bisa mencari solusi, bagaimana keringat yang keluar itu agar tidak mempengaruhi kepercayaan diri.

“Keringat keluar itu tidak bisa di hindari. Jadi kita sebagai pemilik keringat harus bisa mencari soluai bagaimana keringat itu tidak menjadi masalah di tubuh kita,” kata Fedi.

Fedi menjelaskan modal utama untuk meraih mimpi harus mempunyai keyalinan dan hati serta pikiran harus sinkron.”Tetapi proses harus juga dilewati, untuk mewujudkan mimpi kita harus bergerak.
Klo saya apa yg harus di pelajari untuk mengejar mimpi, lalu berherak untuk mengejar mimpi,” jelas Fedi.

dr. Andi Kurniawan Sp.KO selaku Spesialis Kedokteran Olahraga menerangkan, banyak masyarakat perkotaan terjebak dalam pola hidup yang mengarah ke aktiftas fisik yang rendah.

Baca Juga :   Tidur Barengan Dengan Ponsel, Apa Risikonya Bagi Kesehatan?

“Saat ini banyak masyarakat perkotaan terjebak dalam sedentary lifestyle, yaitu pola hidup yang mengarah ke aktivitas fisik yang rendah. Biasanya ditunjukkan dengan terlalu banyak duduk dan tidak bergerak aktif, yang semakin diperburuk dengan asupan pola makan yang tidak sehat,” Nener dr Andy.

“Dari memulai aktivitas hingga kembali ke rumah, kebanyakan orang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk duduk. Tidak heran sekarang muncul istilah ‘Sitting is the new smoking’, karena kebiasaan terlalu banyak duduk terbukti menjadi faktor resiko terhadap berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke. Faktanya, Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia yang kurang beraktivitas fisik mengalami peningkatan yaitu sebesar 26,1% di tahun 2013 menjadi 33,5% di tahun 2018.

Tiga hal yang sering menjadi alasan bagi mereka untuk tidak bergerak rutin termasuk berolahraga adalah tidak ada waktu, tidak punya peralatan yang memadai, dan takut berkeringat. Padahal, keringat adalah suatu hal yang sangat alami. Ibarat sebuah mobil, ia adalah radiator alami dari tubuh untuk menurunkan suhu badan setelah berolahraga,” lanjut dr. Andi.

Jika bercampur dengan bakteri, akan timbul bau badan yang pastinya memengaruhi rasa percaya diri. Oleh karena itu, Rexona selalu menghadirkan berbagai inovasi produk yang mendorong pria Indonesia semakin aktif bergerak, merasa segar dan percaya diri sepanjang hari.” (Red)


Credit Photo : Fedi Nuril Aktor dan fans Club Manchester City, Anggya Kumala selaku Senior Brand Manager Rexona Deodorant PT Unilever Indonesia Tbk, dr. Andi Kurniawan Sp.KO selaku Spesialis Kedokteran Olahraga (ki-ka) di Jakarta/TELEGRAF




Komentar Anda