Untuk Menjadi Barber Handal Harus Terus Berani Bereksperimen

"Barberlyfe Indonesia, memasuki tahun ke 3 yang sebelumnya yaitu tahun 2017 dan 2018. Dengan tema "Electrifying Experiments.”

Untuk Menjadi Barber Handal Harus Terus Berani Bereksperimen

Telegraf, Jakarta – Lima tahun terakhir bisnis barbershop terus menunjukan peningkatan, yang dulunya orang tidak melirik ke bisnis tersebut sekarang benar benar menjanjikan, karena bukan saja memotong rambut, dan menciptakan trendn rabumt pria tetapi juga bisa terus mempertahankan keberadaan bisnis.

Chef Company sebuah bebershop yang berdiri sejak 2013 yang mempunyai misi untuk maju dan bertumbuh di dalam bisnis babershop. Tidah hanya trend model tetapi berupaya membangun kreativitas di dalam bisnis barbershop, menggelar ajang Barberlyfe Indonesia.

“Barberlyfe Indonesia, memasuki tahun ke 3 yang sebelumnya yaitu tahun 2017 dan 2018. Dengan tema “Electrifying Experiments.” Hal itu di ungkapkan oleh CEO Fatsi Anzani, Director Chief Company dalam press konfrence, di Jakarta.

Ia mendatangkan dua barber Yanto Sani dari Singapura dan  Alan Beak dari Inggris untuk berbagi pengalaman. Alan, adalah seorang barber profesional yang sudah menggeluti bisnis ini sejak usia 21 tahun.

Ia juga  memiliki dasar tradisi potong rambut Italian Barber dan kemudian bereksperimen dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu tata rambut yang ia pelajari hingga akhirnya menemukan formula potong rambutnya sendiri yang unik.

 

Sementara itu Yanto berlatar belakang produser, penulis dan penata musik, menciptakan keunikan dengan menggabungkan musik dan potong rambut dalam sebuah pertunjukan live.

 

Alan mengungkapkan sebagai barber harus terus bereksperimen dengan metode memotong rambut agar bisa menemukan cara yang fleksibel dan efisien untuk menentukan model/identitas bagi diri sendiri.

 

“Saya sudah berkeliling 19 negara untuk memberikan pendidikan kepada barber barber yang ada di negara yang di kunjungi, tetapi belajar itu adalah teori, realnya adalah ilmu akan di dapat selama ia terus melakukan impruf dalam memotong rambut/bereksperimen,” tutur Alan.

Baca Juga  Jangan Lupakan Ini Jika Ingin Koleksi Piringan Hitammu Berharga 

 

Lain halnya dengan Yanto bisnis barber tersebut tidak mendorong batasan pribadi menjadikan sebuah identity yang bisa berkreasi antara seni, rambut dan musik.

 

“Kami ingin mendorong batasan pribadi dan bisnis, kemudian menjadikannya sebagai barber identity, yang mampu menggebrak kreasi antara seni, rambut, musik eksperimental dan street fashion,” ungkap Yanto.

 

Marketing Director Chief Company, Oky Andries menambahkan acara yang di gagas tersebut bisa mengispirasi pelaku industri barber untuk melakukan eksperimen dalam bisnis mereka.

 

“Kami berharap acara ini mampu menginspirasi pelaku industri barber lain untuk melakukan eksperimen unik lain dalam bisnis mereka, bahkan mungkin lebih dari yang Chief Company, Yanto Sani, dan Alan Beak lakukan,” tutupnya. (Red)


Credit Photo : Oky Andries  Founder & Marketing Director Chief Company berkaos kuning


Share



Komentar Anda