UMKM Menyumbang Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 56,7 Persen

"Para warung ini adalah kontributor terbesar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, didalam PDB kita adalah kontributor konsumsi rumah tangga sampai hari ini kontributor pertumbuhan ekonomi kita. Kontribusinya 56,4 persen dibanding tahun lalu 55,7 persen jadi melebihi 50 persen dalam kontribusi ekonomi bahwa kita sebut ekonomi kita tumbuh 5,07 persen di kwartal pertama dan 56 persenya di sumbangkan dari para mitra"

UMKM Menyumbang Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 56,7 Persen

Telegraf, Jakarta – Sektor retail yaitu
pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) atau yang biasa disebut warung adalah ujung tombak perekonomiian yang menyumbang laju perekonomian Indonesia pada kuartal pertama sebesar 56.4 persen.

Hal itu di ungkapkan oleh Roy N Mandey, Ketua Umum DPP APRINDO dalam peluncuran identitas baru aplikasi “Ayo SRC” dan pojok Lokal Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta.

Roy menjelaskan termasuk para mitra SRC yang berjumlah 105000. Apa yang dilakukan SRC adalah bagian dari apa yang disebut 4 M biasanya dalam UMKM atau kemitraan warung istilah 4 M ini yaitu saling membutuhkan, saling menguatkan/mengisi, saling mengmpercayai dan yang ke 4 saling menguntungkan dan ini adalah yang kita harapkan semua.

 

“Para warung ini adalah kontributor terbesar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, didalam PDB kita adalah kontributor konsumsi rumah tangga sampai hari ini kontributor pertumbuhan ekonomi kita. Kontribusinya 56,4 persen dibanding tahun lalu 55,7 persen jadi melebihi 50 persen dalam kontribusi ekonomi bahwa kita sebut ekonomi kita tumbuh 5,07 persen di kwartal pertama dan 56 persenya di sumbangkan dari para mitra,” tuturnya, Kamis (9/5).

Direktur Urusan Eksternal Sampoerna Elvira Lianita menjelaskan bagaimana terus membangkitkan para UMKM karena jatuh bangun pada 2 tahun pertama adalah hal yang wajar, dan di sini peran SRC.

 

“Pengembangan kapibilitas mereka itu bisa terjadi ketika semangatnkya ada, disana kami lihat semangat semangat para UMKM ini terus ingin maju dan itu menjadi kunci keberhasilan mereka hingga sampai saat ini,” tuturnya.

 

Elvira juga mengatakan syarat utama untuk maju adalah kemauan dari diri sendiri, dan para mitra harusnya bisa berkembang bersama sama, SRC memberikan bekal ilmu tambahan pengembangan dan pendampingan terus menerus hingga perkembangan teknologi seperti sekarang ini.

Baca Juga  Pemerintah Perlu Berpihak pada Petani Tembakau

 

“Kita memberikan ilmu tambahan dan pengembangan, pendampingan terus menerus agar para retail ini berkembang terus menerus kompetitif dengan kemajuan jaman. Sekarang dengan perkembanga 4.0 kita perkenalkan lagi digital.syarat utamanya adalah keinginan untuk mau dari diri sendiri. pasti usahannya akan maju dan kelihatan,” jelasnya.

 

Hadir dalam agenda tersebut Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto menjelaskan dalam menghadapi perubahan apapun yang menerpa kalau mengelola sumber alam dengan baik akan menjadi kekuatan untuk menghadapi halangan tersebut. Dan upaya SRC dalam pembinaan para mitra tersebut adalah upaya yang penting bagi Indonesia.

 

“Indonesia kaya akan sumber daya alam dan manusia, yang jika diolah dengan baik, akan menjadi kekuatan kita dalam menghadapi perubahan apapun yang datang menerpa kita. UKM adalah salah satu bagian terpenting dalam roda perekonomian di Indonesia. Sehingga, upaya yang dilakukan pemerintah maupun swasta dalam hal ini PT HM Sampoerna Tbk., melalui pembinaan SRC adalah salah satu upaya penting bagi Indonesia,” jelas Airlangga. (Red)


Credit Photo : Suasana peluncuran identitas baru aplikasi “Ayo SRC” dan pojok Lokal Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta/Telegraf


Share



Komentar Anda