Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Terapkan SDGs Pada Bisnis Guna Atasi Perubahan Iklim
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Terapkan SDGs Pada Bisnis Guna Atasi Perubahan Iklim

Didik Fitrianto Rabu, 28 Oktober 2020 | 18:14 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Cerobong dari asap industri dan pabrik sumbangkan banyak polusi udara. FILE/SHUTTERSTOCK
Bagikan

Telegraf – Pandemi Covid-19 memang telah mengubah lanskap industri binis dan berdampak pada perekonomian global. Bahkan di beberapa negara resesi ekonomi telah terjadi. Tetapi, setelah itu semua terdapat masalah yang lebih besar menanti, yaitu perubahan iklim atau climate change.

“Ancaman pandemi hanya bersifat sementara. Setelahnya akan ada ancaman yang paling besar yaitu perubahan iklim akan menyebabkan biodiversity collapse yang akan berpengaruh pada ekonomi dan sosial secara global, serta kehidupan itu sendiri,” kata Y.W. Junardy, President Global Compact Network, dalam Rakernas IMA yang diadakan secara virtual.

Karena itu, menurut Junardy, sudah saatnya para pelaku bisnis untuk menerapkan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam praktik usahanya. Bukan sekadar sebagai program CSR tetapi juga menjadi bagian dari core business.

Lalu, apa itu SDGs? Pada tahun 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan dunia.

Dalam agenda SDGs, terdapat 17 tujuan dan 169 target rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan, atau hingga tahun 2030. Secara singkat, SDGs bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Untuk mencapai tujuan dan target tersebut, perlu adanya kolaborasi dari seluruh pihak termasuk pemerintah, masyarakat, dan para pelaku bisnis.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Antonio Guterres, Sekretaris Jendral PBB. Kolaborasi dengan berbagai bisnis dan CEO perusahaan menjadi kunci dalam mengatasi perubahan iklim, memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan, dan memberantas kemiskinan pada tahun 2030.

“99% CEO dari perusahaan besar yang memiliki annual revenue di atas US$ 1 miliar percaya sustainability akan menjadi sangat penting untuk kesuksesan bisnis mereka pada masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, survei yang dilakukan oleh PwC pada tahun 2015 menyebutkan, 90% masyarakat di seluruh dunia mengharapkan bahwa perusahaan perlu menanamkan SDGs dalam strategi dan cara mereka berbisnis. Survei ini juga menunjukkan kesadaran akan SDGs di kalangan bisnis lebih tinggi 92% dibandingkan dengan masyarakat umum 33%.

Lebih lanjut dalam survei tersebut memperlihatkan, 72% responden dari pelaku bisnis telah merencanakan tindakan perusahaan dalam menerapkan konsep SDGs. Sementara 29% responden menetapkan tujuan bisnis berkaitan dengan SDGs dan 13% responden telah berhasil mengidentifikasikan sarana yang mereka perlukan untuk melakukan SDGs.

Berbagai langkah pun dilakukan oleh PBB untuk mendukung para pelaku bisnis di seluruh dunia dalam menerapkan SDGs. Junardy menjelaskan, ke depannya PBB akan menerapkan program Global Impact Initiatives (GIIs), yaitu sebuah program akselerasi bagi dunia usaha untuk menerapkan SDGs sebagai core business.

“Pandemi COVID-19 dapat menjadi momentum para pelaku usaha untuk menerapkan SDGs di perusahaan mereka. Karena kita sudah lebih sadar dan mengubah pola hidup yang lebih sehat dan berwawasan lingkungan,” imbuhnya.


Photo Credit: Cerobong dari asap industri dan pabrik sumbangkan banyak polusi udara. FILE/Dok/Ist

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?