Target KUR 2018 120 Triliun dan Masih Banyak Kendala

Target KUR 2018 120 Triliun dan Masih Banyak Kendala

“Target penyaluran kredit untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 sebesar Rp120 triliun, atau meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp106, 6 triliun”

Target KUR 2018 120 Triliun dan Masih Banyak Kendala


Telegraf, Jakarta – Wujudkan Keputusan Presiden No 14 tahun 2015 mengenai komite kebijakan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, melalui Kementrian Koperasi (Kemenko) terus mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), menaambah bank penyalur KUR, menambah perusahaaan penjamin KUR, mengikutsertakan lembaga keuangan bukan bank dan koperasi sebagai penyalur KUR, serta melakukan sosialisasi program KUR keberbagai daerah.

Berkaitan dengan target di tahun 2018 sebesar Rp120 Triliun, dimana sejak tahun 2015-2016 target terus melonjak, dibanding tahun 2017 lalu yang hanya Rp106,6 triliun. Sementara jumlah debitur yang ada sebanyak 4 juta lebih penerima.

Hal itu di ungkapkan Yuana Setyowati Debuti Pembiayaan dan UMKM Kemenkop dalam diskusi panel dengan tema Tantangan Penyaluran KUR 2018, di kantor Kementrian Koperasi, Jln RM Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis, (18/1/2017).

“Target penyaluran kredit untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 sebesar Rp120 triliun, atau meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp106, 6 triliun,” ungkap Yuana.

Yuana menjelaskan untuk tahun 2017 ini capaian KUR sebesar Rp 96,, 71 triliun dari target Rp 106 triliun,” tegasnya, penyaluran KUR dilakukan oleh 15 bank umum dan swasta, 19 BPD, 4 lembaga keuangan non bank dan 2 koperasi.

Serta dalam penyaurannya meliputi KUR mikro mencapai Rp 65, 17 triliun dengan 3,8 juta debitur, KUR ritel sebesar Rp 32,32 triliun dengan 217,1 debitur serta untuk KUR TKI sebesar Rp 329,631 juta dengan 22,663 debitur.

Sementara William Pasaribu  Asisten Debuti Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kemenkop mengatakan peningkatan tersebut tidak mudah dalam merealisasikannya hal ini di karenakan penambahan penyalur tidak begitu saja bisa daftar dan langsung berfungsi sebagai penyalur tetapi masih butuh proses yang butuh waktu lama. Sehingga harus menunggu sehingga target penyaluran tidak langsung mencapai target.

“Untuk proses persyaratan memperlukan waktu sehingga jika misalkan jumlah 40 penyalur, banyak penyalur yang baru diputuskan akhir tahun. Sehingga target penyaluran belum sampai pada target yang ada, sementara lebaga yang baru ini memerlukan penyesuaian,” tutur William.

Wiliam menuturkan untuk tahun 2018 penambahan penyalur KUR terdapat 41 yang terdiri 37 lembaga keuangan perbankkan, 2 lembaga keuangan non bank serta 2 koperasi simpan pinjam.

Mohamad Miftah Deputi Direktur Spesialis Penelitian Mikroprudensial Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menambahkan untuk mempercepat pertumbuhan penyaluran KUR OJK menerbitkan proggram laku pandai dimana layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusi, program jaringan (jangkauan, sinergi, dan guidline), serta program lainnya seperti OJK proksi serta tim percepatan akses keuangan daeraj (TPAKD).

“Dimana TPAKD sebagai forum koordinasi antara institusi dan steacholders diharapkan dapat meningkatkan dan mempercepat akses keuangan didaerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” tuturnya. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


Atti K.

close