Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Survei Sebut 57% Masyarakat Indonesia Tidak Menyukai Rizieq
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Survei Sebut 57% Masyarakat Indonesia Tidak Menyukai Rizieq

A. Chandra S. Jumat, 27 November 2020 | 02:35 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Imam Besar Front Pembela (FPI) Muhammad Rizieq Shihab pada saat tiba di bandara Soekarno-Hatta. AFP/Aditya Saputra
Bagikan

Telegraf – Mayoritas warga Indonesia tidak suka terhadap pimpinan FPI Muhammad Rizieq Syihab. Ketidaksukaan tersebut dikarenakan Rizieq tampil sebagai tokoh yang provokatif dan menghasut.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas dalam diskusi virtual bertema “Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah” di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Abbas menyebut ada 73 persen warga Indonesia tahu atau pernah dengar nama Rizieq. Dari jumlah tersebut, yang suka kepada Rizieq hanya 43 persen. Sementara yang tidak suka mencapai 57 persen.

“Jauh di bawah kesukaan sejumlah tokoh nasional lainnya,” katanya.

Tingkat ketidaksukaan terhadap Rizieq menunjukkan kemiripan dengan tingkat ketidaksukaan terhadap Front Pembela Islam (FPI). Hasil survei SMRC menunjukkan 69 persen warga tahu atau pernah dengar nama FPI. Dari jumlah tersebut, yang suka sekitar 43 persen.

Menurut Abbas, kesukaan terhadap Rizieq Syihab jauh sangat rendah jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh nasional lain seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono. Para tokoh ini tingkat kesukaan dari masyarakat berada di atas angka 70 persen.

Survei SMRC itu dilakukan melalui wawancara pada tanggal 18-21 November 2020. Survei melibatkan sampel sebanyak 1.201 responden yang dipilih secara random. Tingkat kesalahan (margin of error) diperkirakan sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei SMRC pada Oktober 2020 menunjukkan empat tokoh yang tingkat kesukaan paling tinggi di atas 80 persen. Mereka adalah Ridwan Kamil (85%), Ganjar Pranowo (85%), Sandiaga Uno (84%), dan Khofifah Indar Parawansa (83%). Kemudian ada Agus Harimurti Yudhoyono (76%), Prabowo Subianto (75%), dan Anies Baswedan (74%) di lapisan kedua.

Survei nasional sebelumnya yang dilakukan SMRC pada Januari 2018 menunjukkan organisasi massa (Ormas) NU dan Muhammadiyah adalah yang lebih banyak dikenal dan lebih didukung oleh warga. Tingkat kesadaran (awareness) terhadap NU dan Muhammadiyah sekitar 79-80%, tidak berbeda signifikan secara statistik. Sementara yang tahu FPI 59%. Organisasi yang perjuangannya paling banyak mendapat dukungan adalah NU (didukung oleh 80%). Selanjutnya Muhammadiyah (58%), dan paling rendah FPI (33%).


Photo Credit: Imam Besar Front Pembela (FPI) Muhammad Rizieq Shihab pada saat tiba di bandara Soekarno-Hatta. AFP /Aditya Saputra

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?