SOIna Siap Ikuti Kompetisi SOWG 2023 di Berlin Jerman

Oleh : Koes W. Widjojo
Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna) Warsito Ellwein bersama panitia persiapan delegasi. TELEGRAF/Koes W. Widjojo

Telegraf – Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna) Warsito Ellwein mengatakan para atlet bertalenta khusus (disabilitas intelektual), kini sedang memasuki tahap persiapan untuk ke Berlin, Jerman dalam rangka mengikuti Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2023, pada 17-25 Juni mendatang.

“Kita terus melakukan sosialisasi terkait persiapan-persiapan keberangkatan delegasi atlet Special Olympics Indonesia (SOIna), kita berupaya untuk mengejar kemenangan untuk meraih medali emas, semuanya ditujukan untuk mengangkat citra Indonesia dimata internasional,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/03/2023).

Warsito berharap pada target keterwakilan nasional, dimana anak-anak atlet difabel tersebut bisa mewakili Indonesia secara nasional, bukan hanya mewakili daerahnya saja, sebagai bentuk kampanye publik bahwa mereka bukan anak cacat.

“Kalau pemerintah mendukung, maka kita akan senang sekali. Ini juga adalah tugas negara, dan pesan itu sudah sampai ke pemerintah, mudah-mudahan dengan mereka berhasil membawa pulang banyak emas nanti, akan ada momentum untuk bicara dan memberikan ruang yang lebih luas pada mereka,” paparnya.

“Dukungan dari pemerintah, kita gunakan untuk rencana membebaskan anak-anak yang masih terpasung di desa-desa. Kita terus menggali talenta khusus agar bisa berprestasi secara nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Panitia Persiapan Delegasi PP Special Olympics Indonesia (SOIna) Haerudin, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) bagi para atlet.

Atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) yang akan berlaga di SOWG 2023 di Berlin, Jerman. TELEGRAF/Koes W. Widjojo

Atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) yang akan berlaga di SOWG 2023 di Berlin, Jerman. TELEGRAF/Koes W. Widjojo

“Persiapan latihan, sudah kami rencanakan dan lakukan desentralisasi. Sementara untuk sentralisasi akan dilakukan pada 1 Mei hingga 7 Juni mendatang,” katanya.

Ia mengatakan sudah mulai mengurus venue untuk memusatkan pelatihan enam cabang olahraga, setelah pada 11 Januari mendaftar special olympic di Jerman.

“Atlet sudah dipersiapkan sejak Pesonas, persiapan, visa dan biaya juga sudah didukung oleh pemerintah, yaitu dengan rincian sebanyak 42 delegasi sudah termasuk tim inti dan pendamping, sebanyak 25 atlet dan 17 pendamping termasuk staff dan official,” ungkapnya.

Ada sebanyak 25 atlet yang akan berkompetisi di tujuh cabang olahraga yaitu atletik, bulu tangkis, bowling, senam artistik, senam ritmik, renang dan tenis meja.

Ia mengatakan pihaknya sangat yakin dengan kemampuan para atlet bertalenta khusus atau disabilitas intelektual itu, untuk turut mengharumkan nama bangsa pada SOWG XVI nanti dan ia juga berharap Indonesia nantinya akan bisa menjadi tuan rumah SOWG di tahun 2031 mendatang, menurutnya hal itu telah disambut baik oleh pemerintah pusat.

“Tim ini akan mewakili Indonesia berlaga di kancah internasional. Harapannya bendera merah-putih bisa berkibar di sana, ini juga senada dengan kami yang sudah membidik tahun 2031, dimana kita rencanakan untuk menggelar SOWG di Indonesia,” pungkasnya.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close