Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Siswa MTs Minhajut Tholabah Ciptakan Kamus Digital Bahasa Arab Berbasis Kaidah I’lal
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Siswa MTs Minhajut Tholabah Ciptakan Kamus Digital Bahasa Arab Berbasis Kaidah I’lal

MSN Jumat, 6 September 2024 | 05:45 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Rafa Tsabitah Azalia dan Rifadiyah Khairunisa
Bagikan

TERNATE, TELEGRAF.CO.ID – Dua siswa dari MTs Minhajut Tholabah Purbalingga Jawa Tengah, Rafa Tsabitah Azalia dan Rifadiyah Khairunisa, menghadirkan aplikasi QILAL (Qamus Qawaidul I’lal), sebuah kamus digital yang dirancang untuk memudahkan pembelajaran Bahasa Arab, terutama kaidah nahwu shorof berbasis I’lal. Keduanya yang juga merupakan santri, menunjukkan inovasinya dalam ajang Madrasah Young Researchers (MYRES) 2024 di Ternate, Maluku Utara.

Penelitian ini bertujuan untuk membantu santri memahami perubahan kata dalam Bahasa Arab, yang sering kali menjadi tantangan besar dalam mempelajari kitab-kitab klasik. QILAL hadir sebagai solusi inovatif yang memadukan teknologi dengan metode pembelajaran tradisional.

Rafa Tsabitah Azalia, menjelaskan bahwa dirinya melihat banyak santri yang mengalami kesulitan memahami kaidah I’lal dalam Bahasa Arab, terutama saat mempelajari kitab-kitab klasik.

“Melalui aplikasi QILAL, kami ingin memberikan solusi praktis yang dapat membantu santri belajar dengan lebih mudah dan menyenangkan,” ujarnya pada Kamis (5/9/2024).

Menurutnya, QILAL tidak hanya menjadi kamus digital, tapi juga alat pembelajaran interaktif yang membantu santri memahami perubahan kata secara lebih mendalam, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam mempelajari Bahasa Arab.

Menurut hasil penelitian, aplikasi QILAL memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan persentase kelayakan materi sebesar 95% dan kemenarikan sebesar 91%. Peningkatan prestasi belajar santri setelah menggunakan aplikasi ini juga sangat signifikan, mencapai 95,85%. Hal ini menunjukkan bahwa santri tidak hanya dapat bersaing di bidang agama, tetapi juga di ranah teknologi pendidikan.

Aplikasi QILAL tidak hanya menawarkan kamus digital biasa, tetapi juga dilengkapi dengan fitur pencarian kata yang canggih, termasuk input suara dan penggunaan kamera, sehingga semakin memudahkan santri dalam mengakses materi pembelajaran. Fitur ini mendapat sambutan hangat dari pengguna, baik santri maupun guru madrasah.

“Dengan QILAL, belajar Bahasa Arab menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Kami bangga bisa menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi teman-teman santri lainnya,” ujar Rafa Tsabitah.

Sementara itu, Rifadiyah Khairunisa, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari Bahasa Arab adalah memahami perubahan kata-kata yang rumit dalam kaidah I’lal. Kami berharap QILAL dapat mempermudah proses pembelajaran tersebut, baik bagi santri pemula maupun yang sudah lanjut.

“Kami merancang aplikasi ini agar tidak hanya informatif, tetapi juga mudah diakses oleh semua kalangan, dari santri hingga guru. Kami percaya bahwa teknologi bisa menjadi jembatan yang memudahkan belajar Bahasa Arab,” kata Rifa.

Rifa berharap aplikasi QILAL dapat terus dikembangkan dan menjadi acuan bagi santri di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak santri yang terbantu dalam memahami Bahasa Arab, terutama kaidah I’lal.

“Semoga penelitian ini bisa menginspirasi siswa serta santri lainnya untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam mendukung pembelajaran, khususnya dalam bidang ilmu agama,” tutupnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?