Selain Doa Orang Tua, Pendidikan dan Kerjakeras Itu Kunci Sukses

Selain Doa Orang Tua, Pendidikan dan Kerjakeras Itu Kunci Sukses

Telegraf, Jakarta – Sebelum mendapat kesuksesan sebagai pemain Tim Nasional (Timnas) hinggga ke Luar Negeri, Evan Dimas juga melalui proses yang tidak gampang.

Sempat gagal pada seleksi pertama pada umur 15 tahun, Evan Dimas tidak patah semangat, menunggu seleksi berikutnya dan alhirnya mendapat tiket masuk Timnas di umur 17 tahun.

“Kelas 4 SD pertama main bola di Sasana bakti, lanjut ke Mitra Surabaya, pada umur 15 tahun ikut seleksi timnas tetapi gagal  dan yang kedua alhamdulillah masuk,” ungkap Evan Dimas dalam  acara Biskuat Academy 2019 yang mengusung tema Kekuatan yang Baik dari Dalam, di Jakarta , Sabtu (11/01).

Ia mengatakan kesuksesannya tidak bisa diraih tanpa doa orang tua dan semangat yang terus ia kibarkan dan penting juga pendidikan, untuk menunjang kariernya.

“Pendidikan itu penting, karena saya terpilih mengenyam latihan ke barcelona tahun 2011 pengalaman saya di Sepanyol dan saya sendiri tidak bisa bahasa Inggris disini saya merasakan bahwa pendidikan itu juga sangat penting untuk menunjang karier,” tutur Evan Dimas.

Evan dimas hadir dalam Biskuat Academy 2019 sebagai motivator kepada generasi millenia di kompetisi sepakbola U-10 dan U-12 serta coaching clinic untuk lahirkan anak Indonesia berkarakter positif.

Maggie Effendy, Head of Biscuit Mondelez Indonesia menjelaskan, “Untuk mendorong ‘Kekuatan yang Baik dari Dalam’, Biskuat Academy 2019 memiliki coaching clinic yang dipandu oleh pemain bola professional di setiap kota, untuk memberikan pengarahan terkait pembentukan karakter yang dibutuhkan untuk menjadi pemain bola yang handal, seperti sportifitas, kerja sama tim, dan pantang menyerah, seperti Evan Dimas.”

Baca Juga :   Bantu Masyarakat Indonesia Terpenuhi Gizi Mikro Nestle Hadirkan Nestle Ideal

Selain itu lanjut Maggie, Biskuat Academy 2019 pun menyelenggarakan workshop khusus yang akan dipandu oleh pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri. Workshop ini diadakan untuk para pelatih dan peserta sebelum pertandingan final, dan bertujuan untuk membahas lebih dalam cara pembangunan karakter bagi anak serta strategi dalam sepak bola. (Red)


Photo Credit : (Ki-Ka) Evan Dimas selaku Pemain Sepak Bola Timnas Indonesia, Maggie Effendy selaku Head of Biscuit Mondelez Indonesia, dan Mona Ratuliu, Penggiat Parenting dan Penulis Buku Digital ParenThink.


Atti K.