Sejalan Dengan Ideologi, Barisan Nasionalis Dukung Jokowi-Amin

"Kami melihat adanya upaya terstruktur, masif, dan sistematis mengganti Pancasila sebagai ideologi,"

Sejalan Dengan Ideologi, Barisan Nasionalis Dukung Jokowi-Amin


Telegraf, Jakarta – Sejumlah tokoh nasionalis Indonesia bersatu dalam wadah “Barisan Nasionalis” menyatakan dukungannya kepada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Hutan Kota Jakarta, Jalan Sudirman, Kamis (24/01/19). Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Penasihat Theo L.Sambuaga, bersama jajarannya Ugik Kurniadi, Agung Laksono, Ahmad Basarah, Nusyirwan Soedjono, Awang Faroek Ishak, dan Palaar Batubara.

Theo mengatakan, Barisan Nasionalis merupakan eksponen yang pernah bergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Pemuda Marhaenis, Wanita Demokrat, dan lain-lain. “Pada Desember 2018, kami berkumpul untuk berkonsolidasi dalam sebuah barisan,” kata dia.

Para eksponen Barisan Nasionalis ingin bahwa pembangunan bangsa harus dilanjutkan berdasarkan Pancasila, UUD 194, NKRI, serta memperkaya Bhinneka Tunggal Ika. “Dengan itu, kami meyakini untuk memberikan dukungan kepada Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin,” kata Theo Sambuaga, yang sejak mahasiswa aktif di gerakan kelompok nasionalis itu.

Dia mengatakan, konsolidasi sudah dilakukan dengan membentuk pengurus di tingkat daerah. Untuk pengurus harian, diketuai Tri Budianto dengan Sekjen Twedy Noviadi.

Berbagai nama senior bergabung di dalamnya seperti Waluyu, Gatot, Iman Totok, Ai Vivananda, Bob Arun Randilawe, Budianto Tarigan, Putu Artha, Siswono Yudo Husodo, dan Sonny Tri Dana Paramitha.

Agung Laksono mengatakan, ada upaya sistematis yang mencoba mengubah Pancasila dengan ideologi impor yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa. Selain itu, ada upaya mempertentangkan perbedaan untuk memperlemah persatuan dan kegotongroyongan. “Praktik intoleransi yang merapuhkan ketahanan nasional Indonesia semakin subur,” kata mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar itu.

Sementara Awang Faroek Ishak mengatakan semua hal yang disebar melalui kabar bohong dan perdebatan tak substansial. “Untuk itu, kita harus bertekad menjaga empat pilar berbangsa dan bernegara” kata dia.

Nusyirwan Soedjono mengatakan pihaknya menyerukan kepada seluruh kaum nasionalis Indonesia untuk bersama-sama bertekad menjaga empat pilar berbangsa dan bernegara yakni dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. “Semoga kita senafas dan satu dukungan,” kata Nusyirwan, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Sementara Ahmad Basarah mengatakan bahwa Barisan Nasionalis dipertemukan kembali oleh sebuah perjuangan historis untuk menjaga persatuan bangsa baik pada Pemilu 2019 maupun pasca-Pilpres 2019. “Kami melihat adanya upaya terstruktur, masif, dan sistematis mengganti Pancasila sebagai ideologi,” kata Basarah, Wakil Ketua MPR RI itu.

Dia mengatakan, Barisan Nasionalis berkomitmen terus berkampanye kebangsaan, dan membangun narasi nasionalisme sebagai kontra narasi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Theo L Sambuaga mengatakan dalam menghadapi Pilpres 2019, Barisan Nasionalis adalah relawan yang akan bekerja masif memberi dukungan untuk Jokowi-Kiai Ma’ruf.

“Kami akan bergerak di wilayah masing-masing dengan tema kampanye utama adalah isu kebangsaan,” kata Theo, yang pernah menjadi menteri dan merupakan profesional serba bisa itu. (Red)


Photo Credit : Jajaran anggota Dewan Penasehat Barisan Nasionalis (dari kiri ke kanan) Nusyirwan Soedjono, Ahmad Basarah, Agung Laksono, Theo L. Sambuaga dan Ugik Kurniadi saat menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/1/2019). FILE/Dok/Ist. Photo

 

KBI Telegraf

close