Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ribuan Mahasiswa di Yogyakarta Tumpahkan Keresahannya Soal Demokrasi Bangsa
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Ribuan Mahasiswa di Yogyakarta Tumpahkan Keresahannya Soal Demokrasi Bangsa

A. Chandra S. Kamis, 23 November 2023 | 19:51 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Ribuan mahasiswa bergabung melakukan Mimbar Demokrasi: Bahaya Oligarki untuk Masa Depan Demokrasi di ISI Yogyakarta, (23/11/2023). FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Ribuan mahasiswa yang berkumpul di depan gedung lama rektorat Institute Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar acara Mimbar Demokrasi: Bahaya Oligarki Untuk Masa Depan Demokrasi.

Dihadiri sekitar 3.000-an mahasiswa dari berbagai kampus atau perguruan tinggi di Yogyakarta. Koordinator Aliansi Jaga Demokrasi, Muhammad Suhud mengatakan, urgensi pelaksanaan itu tak lain untuk menyuarakan adanya keresahan sejumlah mahasiswa dan masyarakat terkait permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini.

Di mana, beberapa permasalahan tersebut, dinilai muncul dari adanya kelompok oligarki dengan mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro pada masyarakat.

“Itu bentuk keresahan kami bersama. Khususnya mahasiswa dan masyarakat umum yang ada di DI Yogyakarta pada saat ini. Khususnya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sangat mengecewakan terhadap masyarakat secara umum,” katanya, Kamis (23/11/2023).

Menurutnya, adanya intervensi kekuasaan terhadap kekuasaan kehakiman menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran yang perlu di crosscheck secara terus menerus sebagai mahasiswa atau pun warga sipil.

Sementara itu, Humas Aliansi Jaga Demokrasi, Nur Rohman, menyampaikan bahwa tidak hanya permasalahan intervensi kekuasaan terhadap kekuasaan kehakiman saja yang membuat masyarakat merasa resah, tetapi juga terkait keresahan prinsip demokrasi yang semakin mengikis.

“Itu terbukti dari data indeks demokrasi kita yang semakin menurun dengan adanya penegakkan hukum yang lemah,” katanya.

“Kami mengadakan aksi mimbar demokrasi tidak ada embel-embel partai politik, simbol relawan dan lain-lain. Itu semua sudah diintervensi. Sehingga, harapan kami sebagai mahasiswa dan kampus sebagai tempat pendidikan harus menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi,” pintanya.

Sementara itu, pemerhati Budaya Yogyakarta Widihasto mengatakan sebab mereka memberikan kritik adalah karena bentuk cinta kepada negeri.

“Kita tidak rela mereka yang telah menjahit merah putih yang sudah menciptakan Indonesia Raya, yang sudah merangkai UUD 45 hari ini menangis bahwa Indonesia terperosok kembali ke dalam sikap-sikap politik yang itu mencederai demokrasi,” kata Widihasto.

Widihasto negara susah maju jika praktik elite politik menghalalkan segala cara untuk kepentingan kekuasaan.

“Di situlah mahasiswa hadir dan saya percaya kawan-kawan yang hadir di sini semuanya hadir digerakkan oleh hati nurani pertahankan hati nurani dan akal sehat kawan-kawan untuk bisa menjadi agen perubahan di indonesia,” tandasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?