YOGYAKARTA, TELEGRAF.CO.ID — Revolusi industri 5.0 membuat banyak jenis pekerjaan diprediksikan hilang di tahun 2030. Jika tidak dipersiapkan serius, maka akan banyak anak muda khususnya mereka yang masuk generasi Z akan kesulitan mendapat pekerjaan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Yogyakarta, Ganjar Pranowo saat menghadiri acara wisuda mahasiswa UGM di Graha Saba, Rabu (28/08/2024).
“Ini peringatan darurat untuk Gen Z. Tidak menunggu di 2030, tanda-tanda itu sudah terjadi saat ini,” ucap Ganjar.
Ganjar menyebutkan, data litbang Kompas menunjukkan, tahun 2017 terdapat 55,5% lulusan perguruan tinggi yang langsung bekerja di sektor formal. Jumlah itu menurun di tahun 2022, dengan hanya 47,2% lulusan perguruan tinggi yang diterima kerja di sektor formal.
Data lain menunjukkan, tahun 2009-2014 terdapat 15,6 juta tenaga kerja formal. Sedangkan tahun 2019 hingga 2024, jumlah tenaga kerja formal berkurang signifikan dengan hanya 2 juta tenaga kerja.
“Dan data McKinsey memprediksikan, 400-800 juta jenis pekerjaan akan hilang di 2030. Akan banyak jenis pekerjaan yang hilang karena digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI,” jelasnya.
Namun Ganjar menegaskan Gen Z tidak perlu takut menghadapi tantangan zaman itu. Pasalnya, hilangnya ratusan juta jenis pekerjaan di 2030 itu justru menjadi peluang untuk mengembangkan jenis pekerjaan baru.
“Dan jumlahnya lebih banyak, prediksinya sekitar 900 juta jenis pekerjaan baru akan muncul di tahun itu,” ucapnya.
Apalagi lanjut mantan Gubernur Jawa Tengah itu, 12,9 juta Gen Z (43%) familiar dengan AI dalam kehidupan keseharian. Dengan kemampuan creative and critival thinking, technological literacy, digital native dan curiously and lifelong learning, Gen Z akan mampu menghadapi tantangan zaman itu.
Sudah banyak kisah Gen Z yang sukses saat ini. Ganjar mencontohkan Regi Zam-Zam yang sukses jadi petani sayur dengan pengelolaan digital, Lady Noor Chita Maward yang sukses membuat platform kesehatan mental dan Marchella Febritrisia Putri yang membuat platform pencurah kata-kata.
“Jadi dalam kesempatan ini, saya mengajak teman-teman menyiapkan diri. Jangan takut pada tantangan zaman dan ciptakan pekerjaan baru,” jelasnya.
Ganjar menyebut beberapa contoh pekerjaan baru yang bisa digeluti Gen Z. Diantaranya sustainable specialist, community health worker, petani meta farming, ternak akun media sosial, platform kesehatan mental dan lainnya.
“Bisa juga bergelut di virtual reality jobs, kaum muda dengan digital native dan daya kreatifnya bisa berkreasi dalam inovasi dunia virtual sebagai VR spesialis, VR desainer, UI/UX desainer, game developer dan lainnya,” pungkasnya.