Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ratusan Juta Pekerjaan Hilang di 2030, Ganjar: Gen Z Tidak Perlu Takut
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Ratusan Juta Pekerjaan Hilang di 2030, Ganjar: Gen Z Tidak Perlu Takut

MSN Rabu, 28 Agustus 2024 | 14:32 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Yogyakarta, Ganjar Pranowo saat menghadiri acara wisuda mahasiswa UGM di Graha Saba, Rabu (28/08/2024). FILE/Telegraf
Bagikan

YOGYAKARTA, TELEGRAF.CO.ID — Revolusi industri 5.0 membuat banyak jenis pekerjaan diprediksikan hilang di tahun 2030. Jika tidak dipersiapkan serius, maka akan banyak anak muda khususnya mereka yang masuk generasi Z akan kesulitan mendapat pekerjaan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Yogyakarta, Ganjar Pranowo saat menghadiri acara wisuda mahasiswa UGM di Graha Saba, Rabu (28/08/2024).

“Ini peringatan darurat untuk Gen Z. Tidak menunggu di 2030, tanda-tanda itu sudah terjadi saat ini,” ucap Ganjar.

Ganjar menyebutkan, data litbang Kompas menunjukkan, tahun 2017 terdapat 55,5% lulusan perguruan tinggi yang langsung bekerja di sektor formal. Jumlah itu menurun di tahun 2022, dengan hanya 47,2% lulusan perguruan tinggi yang diterima kerja di sektor formal.

Data lain menunjukkan, tahun 2009-2014 terdapat 15,6 juta tenaga kerja formal. Sedangkan tahun 2019 hingga 2024, jumlah tenaga kerja formal berkurang signifikan dengan hanya 2 juta tenaga kerja.

“Dan data McKinsey memprediksikan, 400-800 juta jenis pekerjaan akan hilang di 2030. Akan banyak jenis pekerjaan yang hilang karena digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI,” jelasnya.

Namun Ganjar menegaskan Gen Z tidak perlu takut menghadapi tantangan zaman itu. Pasalnya, hilangnya ratusan juta jenis pekerjaan di 2030 itu justru menjadi peluang untuk mengembangkan jenis pekerjaan baru.

“Dan jumlahnya lebih banyak, prediksinya sekitar 900 juta jenis pekerjaan baru akan muncul di tahun itu,” ucapnya.

Apalagi lanjut mantan Gubernur Jawa Tengah itu, 12,9 juta Gen Z (43%) familiar dengan AI dalam kehidupan keseharian. Dengan kemampuan creative and critival thinking, technological literacy, digital native dan curiously and lifelong learning, Gen Z akan mampu menghadapi tantangan zaman itu.

Sudah banyak kisah Gen Z yang sukses saat ini. Ganjar mencontohkan Regi Zam-Zam yang sukses jadi petani sayur dengan pengelolaan digital, Lady Noor Chita Maward yang sukses membuat platform kesehatan mental dan Marchella Febritrisia Putri yang membuat platform pencurah kata-kata.

“Jadi dalam kesempatan ini, saya mengajak teman-teman menyiapkan diri. Jangan takut pada tantangan zaman dan ciptakan pekerjaan baru,” jelasnya.

Ganjar menyebut beberapa contoh pekerjaan baru yang bisa digeluti Gen Z. Diantaranya sustainable specialist, community health worker, petani meta farming, ternak akun media sosial, platform kesehatan mental dan lainnya.

“Bisa juga bergelut di virtual reality jobs, kaum muda dengan digital native dan daya kreatifnya bisa berkreasi dalam inovasi dunia virtual sebagai VR spesialis, VR desainer, UI/UX desainer, game developer dan lainnya,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?