Putri Gus Dur, Yenny Wahid Berpotensi Jadi Capres 2024

Putri Gus Dur, Yenny Wahid Berpotensi Jadi Capres 2024

“Ini salah satu satu nilai baru bagi pemilih Indonesia karena perempuan sudah mulai diterima,”

Putri Gus Dur, Yenny Wahid Berpotensi Jadi Capres 2024

Telegraf – Tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid menjadi salah seorang figur dari sembilan tokoh perempuan yang berpotensi maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Hal itu terungkap dalam hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC). Hasil survei itu memunculkan dua tokoh perempuan, yakni Yenny Wahid dan Ibu Negara Iriana Jokowi. Yenny dan Iriana, keduanya bukan pejabat maupun mantan pejabat.

Dalam survei tersebut, Yenny mempunyai elektabilitas 3,14 persen mampu mengungguli tokoh perempuan lain yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah (1,32 persen). Elektabilitas Yenny hanya kalah dengan para tokoh perempuan yang kini masih menjabat maupun yang pernah menjabat, seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Alumnus Islamic College for Advanced Studies (ICAS) Universitas Paramadina Jakarta, Muhammad Natsir MA mengatakan perolehan elektabilitas Yenny itu merupakan fenomena menarik. Apalagi, mengingat Yenny sama sekali tak memiliki panggung formal sebagai pejabat publik.

“Beberapa menteri dan kepala daerah memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi, salah satunya karena dukungan publisitas tinggi sebagai pejabat apalagi selama pandemi,” kata Natsir, dilansir dari Antara, Kamis (18/11/2021).

Natsir melanjutkan, Yenny sebagaimana ayahnya, yakni Presiden keempat Abdurrahman Wahid penganjur toleransi dan penghormatan atas pluralitas warga dalam merawat Indonesia. Survei ARSC tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.

Dengan 60 persen berusia muda di bawah 30 tahun dan usia minimal 17 tahun, survei menggunakan metode multistage random sampling dan dilakukan melalui sambungan telepon. Adapun margin error plus minus 2,9 persen.

Seementara itu, Susi menempati urutan teratas dengan elektabilitas 24,21 persen. Menyusul Menteri Sosial Tri Rismaharini 17,66 persen, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 11,07 persen. Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 10 persen, Ketua DPR Puan Maharani 4,01 persen, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri 2,79 persen, Ida Fauziyah 1,32 persen, dan Iriana 1,07 persen.

Politikus PDIP Diah Pitaloka menanggapi positif figur calon perempuan sudah mulai diterima masyarakat. Menurutnya, hal ini merupakan sebuah nilai baru.

“Ini salah satu satu nilai baru bagi pemilih Indonesia karena perempuan sudah mulai diterima,” kata Diah.

Diah mengatakan survei ini sekaligus menunjukkan bahwa publik sudah mulai melihat tidak ada masalah perempuan berada ditampuk kepemimpinan nasional. Sementara itu, Yenny hingga kini belum pernah memberikan komentar kemungkinannya menjadi capres pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Photo Credit: Pendiri Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. The Wahid Institute

 

Didik Fitrianto

close