Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mudik dan Kesiapan Infrastruktur
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Opini

Mudik dan Kesiapan Infrastruktur

Indra Christianto Jumat, 8 Juni 2018 | 22:18 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Kendaraan pemudik terjebak macet saat akan keluar ke jalur pantura di pintu keluar (exit) Tol Pejagan-Pemalang, Banjar Anyar, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (12/7). Meningkatnya volume kendaraan pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah pada H-5 mengakibatkan kemacetan panjang di pintu keluar Tol Pejagang-Pemalang. ANTARA
Bagikan

Mudik, migrasi serentak dan sesaat, peristiwa sosial khas Indonesia. Tidak bisa dibayangkan Indonesia tanpa mudik. Mudik selalu mewarnai dan menghangatkan suasana Lebaran Idul Fitri. Di samping terkait masalah sosio-kultural dan aspek spiritual, mudik mempunyai dampak besar di sektor ekonomi. Mudik adalah pemicu pergerakan ekonomi yang luar biasa. Sehingga harus dirawat dan dijaga kelangsungannya agar tidak menimbulkan kerawanan sosial yang berdampak secara multidimensional, termasuk politisasi yang mengeruhkan kerukunan nasional.

Mudik sudah menjadi perhatian nasional dan menjadi bagian dari permasalahan kebangsaan. Karenanya mudik sebagai peristiwa sosial tidak boleh dianggap sepele. Mudik harus dinyaman-diamankan.

Pemerintah telah melakukan langkahlangkah strategis untuk mengamankan mobilitas penduduk yang dahsyat selama masa Lebaran. Kebijakan pengamanan harga, ketersediaan barang kebutuhan, distribusi logistik hingga layanan jasa angkutan penumpang. Termasuk juga lalu lintas jalan raya, penyeberangan, pelayaran dan penerbangan, pengamanan dan rekayasa pelancaran, akses layanan kesehatan, sampai dengan beragam kemudahan dilakukan bersama-sama dengan aparat keamanan, perusahaan swasta, lembaga sosial, dan warga masyarakat. Bahkan, jaring pengaman sosial sampai menyentuh pada sejumlah layanan gratis pengangkutan, kebijakan pemberian tunjangan hari raya (THR), asuransi kecelakaan, dan penentuan libur bersama, telah disiapkan.

Selain jaring-jaring pengaman dengan penyediaan jasa lewat infrastruktur sosial ekonomi dan sosial budaya tersebut, Pemerintah juga telah berusaha keras menyiapkan beroperasi dan berfungsinya sejumlah infrastruktur jalan raya. Hal ini terkait pula dengan pelancaran arus lalu lintas mudik. Disadari, kemacetan lalu lintas selama masa Lebaran, membawa dampak besar terhadap efisiensi mobilitas mudik.

Kemacetan lalu lintas membawa pemborosan besar ongkos perjalanan mudik yang berdampak pada perekonomian. Karena itu, infrastruktur jalan raya sangat penting dibangun untuk mencukupi kebutuhan peningkatan pergerakan ekonomi dan efisiensi distribusi barang konsumsi, pemerataan logistik, cadangan pangan, bahan baku dan produk industri, serta mobilitas penduduk. Efisiensi distribusi akan membawa pengaruh pada stabilitas harga dan laju inflasi.

Kesiapan Infrastruktur Jalan

Diperkirakan, tahun 2018 ini arus mudik akan melibatkan sekitar 30 juta warga. Pergerakan mereka dari kota besar ke kota besar lainnya, dalam dan lintas pulau, dari kota besar ke kota kecil dan pedesaan. Konon, dari jumlah itu, 8,09 juta warga akan menggunakan angkutan umum. Sementara itu, kereta api akan membawa sekitar 4,63 juta jiwa, pesawat udara 5,75 juta penumpang, angkutan penumpang melalui laut, membawa sekitar 1,77 juta jiwa, dan pengguna sepeda motor buat mudik sekitar 6,39 juta penumpang. Asumsi penumpang sepeda motor 2 orang tiap motor. Sebagian di antara motor dan penumpangnya terpisah selama perjalanan karena motor diangkut menggunakan kapal dan truk. Tentu tidak mudah mengelola 30 juta manusia yang bergerak menggunakan moda transportasi beragam, dalam kurun waktu pendek (hanya selama liburan Lebaran), saat arus mudik dan arus balik.

Melihat realitas ini, maka penggencaran pembangunan infrastruktur jalan raya oleh Pemerintahan Joko Widodo sangat relevan dan akan berdampak signifikan. Jalan tol JakartaSurabaya telah mencapai 524 kilometer yang dioperasikan penuh. Sedangkan yang sudah dapat difungsikan tak kurang 235 kilometer. Di antaranya, Pemalang-Semarang, 113 kilometer. Semarang-Solo 32 kilometer. Sragen-Ngawi 55 kilometer. Wilangan-Kertosono 37 kilometer. Di Pulau Jawa, 1.404 kilometer jalur pantura, 1.197 kilometer jalur tengah, dan sekitar 881 kilometer lintas selatan siap dilalui. Sedangkan di Sumatera, sepanjang 224 kilometer Bakahuni hingga Tanjung Morawa siap digunakan.

Di Sumatera Utara, 119 kilometer sudah dioperasikan sedangkan yang dapat difungsikan sepanjang 125 kilometer. Peningkatan kemampuan jalur jalan raya tersebut mengurangi beban arus mudik dan arus balik. Belum lagi pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi di luar Jawa dan Sumatera, bandar-bandar udara, pelabuhan dan dermaga, termasuk di daerah terpencil secara massif terus digerakkan.

Infrastruktur yang memadai, bagian dari jaring pengaman mobilitas warga, diikuti efek efisiensi secara ekonomi, dan menyaman-mengamankan hajat hidup orang banyak. Hajat hidup rakyat. Jalan raya sebagai jaring pengaman ritual mudik setiap tahunnya.

____________________________

Oleh : HM Idham Samawi. Anggota Komisi V DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Opini

The Art Of War Dari Sun Tzu dan Strategi Pendiri Bangsa Mendesain Indonesia

Waktu Baca 11 Menit
Opini

Black Swan, Dekolonialisasi dan Tatanan Dunia Baru

Waktu Baca 9 Menit
Opini

Menilik Campur Tangan Asing Dibalik Runtuhnya Orde Baru Tahun 1998

Waktu Baca 6 Menit
Opini

Impeachment dan Dampaknya Terhadap Rakyat Kecil

Waktu Baca 5 Menit
Gerakan Hemat Energi
Opini

Gerakan Hemat Energi dan Transformasi Budaya Kerja

Waktu Baca 5 Menit
Opini

Pers Sebagai Kekuatan Keempat Demokrasi: Antara Penjaga Kebenaran dan Alat Propaganda

Waktu Baca 4 Menit
Budi Rahardjo
Opini

Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia

Waktu Baca 5 Menit
Foto : Ilustrasi (doc.AI)
Opini

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?