Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Medsos Jadi Ruang Penyebaran Paham Radikalisme
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Medsos Jadi Ruang Penyebaran Paham Radikalisme

Kyandra Jumat, 26 Februari 2021 | 01:52 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Seorang pria menggunakan platform aplikasi media sosial Facebook di ponselnya di Jakarta. AFP/Bay Ismoyo
Photo Credit: Seorang pria menggunakan platform aplikasi media sosial Facebook di ponselnya di Jakarta. AFP/Bay Ismoyo
Bagikan

Telegraf – Paham radikalisme merupakan paham atau ideologi yang menginginkan perubahan dengan menggunakan cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan paham atau ideologinya. Radikalisme dapat terlihat dari sikap-sikap yang cenderung intoleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain), maupun fanatik dan selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan menilai, saat ini penetrasi radikalisme di Indonesia telah menyebar dengan cepat melalui media sosial (medsos). Informasinya selalu bersifat provokatif dengan kegiatan menyulut kebencian yang mengarah ke radikalisme. Termasuk hasutan kepada orang banyak untuk melakukan aksi radikalisme dan terorisme.

“Peningkatan penggunaan media sosial juga menimbulkan dampak negatif, dengan mudahnya penggunaan aplikasi media sosial, terjadi pula pergeseran operandi penyebaran radikalisme,” kata Ken Setiawan, di Jakarta, (25/2/2021).

Ia mengatakan bahwa tindakan radikalisme lewat medsos cenderung sporadis. Bahkan kerap dengan target beragam dengan tidak memandang pendidikan tinggi, latar belakang aparat pemerintahan maupun profesional.

Ken lalu berpendapat bahwa upaya penanggulangan yang efektif terkait radikalisme yaitu dengan pre-emtif (edukatif, kontra narasi dan counter opini), preventif (memberi peringatan, mengendalikan isu, dan lainnya) dan termasuk upaya represif (penetrasi aktif sebagai bentuk upaya untuk melakukan penangkalan penyebaran perspektif negatif dan penegakan hukum), serta membuat cyber troops.

“Kelompok radikal jumlahnya tidak banyak, namun mereka masif, terstruktur dan sistematis dalam bergerak, 24 jam tanpa henti mereka bergerak, terutama di medsos,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Saat ini sangat diperlukan langkah-langkah cepat, cerdas, terukur, terencana, terkoordinasikan dan massal guna menghadapi gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Bila kalangan nasionalis dan moderat diam, maka kelompok radikalisme atas nama agama akan meningkat.

Menurut Ken, paham radikalisme dan terorisme, memang tidak bisa dihilangkan. Bahkan negara maju sekelas Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru pun pernah kecolongan dengan kasus terorisme yang menelan banyak korban.

Kelompok radikalisme juga memiliki banyak cara untuk menyebarkan pahamnya, termasuk melalui dunia maya dengan menyisipkan konten-konten radikal yang mampu membius orang untuk mengikutinya.

Namun demikian, radikalisme dan terorisme bisa dikikis sedikit demi sedikit dengan penguatan pendidikan sejak dini. Setidaknya mulai dari lingkup keluarga yang mengajarkan toleransi dan penghormatan atas kemajemukan.

Di sisi lain, para pemuka agama juga sangat berperan penting dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan memberikan pemahaman agama secara utuh agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan ajakan provokasi dari kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme.

Selama ini, menurut pemetaan NII Crisis Center, justru banyak pemuka agama yang cenderung terpapar dan menyebarkan pahamnya di lingkungan lewat ceramah -ceramah keagamaan. Di antaranya seperti khotbah Jumat yang selalu menyerang pemerintah dengan narasi-narasi radikalisme.


Photo Credit: Seorang pria menggunakan platform aplikasi media sosial Facebook di ponselnya di Jakarta. AFP/Bay Ismoyo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Technology

Hadapi Ancaman Siber, Elemen Bangsa Didorong Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Atitude Bijak di Dunia Digital Online dan Menjauhi Judi

Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
Technology

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit
Technology

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?