Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Lawan Moeldoko, AHY Tegaskan Dirinya Ketua Yang Sah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Lawan Moeldoko, AHY Tegaskan Dirinya Ketua Yang Sah

Indra Christianto Minggu, 7 Maret 2021 | 16:53 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti (AHY). FILE/IST. PHOTO
Photo Credit: Ketua Umum DPP Partai Demokrat versi Kongres V Jakarta tahun 2020 Agus Harimurti (AHY). FILE/IST. PHOTO
Bagikan

Telegraf – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) versi Kongres V Jakarta tahun 2020, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan perlawanannya terhadap Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill, Deli Serdang, Sumatra Utara, yang diketuai oleh Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Moeldoko yang masih berlangsung sampai hari ini, Minggu (07/03/2021). AHY menganggap bukanlah permasalahan dirinya pribadi saja.

AHY dengan keras menyatakan, bahwa kepengurusan Partai Demokrat (PD) di bawah kepemimpinannya adalah kepengurusan yang sah sesuai hukum.

“Hadir di sini berbagai elemen, bahwa saya tidak sendiri. Kalau ada yang mengatakan ini permasalahan AHY semata, terlalu kecil seorang AHY. Tetapi ini permasalahan atau pun ujian bagi kami semua seluruh pemimpin dan pengurus serta kader PD dimana pun berada,” katanya, Minggu (07/03/2021).

Walau sedang pandemi, rapat tetap digelar di Jakarta dengan berusaha melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Acara dimulai dengan rapat pimpinan, yang akan digelar dengan berbagai acara seperti apel siaga dan mimbar bebas hingga malam hari nanti, acara itu pun diklaim diikuti oleh perwakilan dari 514 pengurus tingkat kabupaten/kota (DPC) dan 34 tingkat provinsi (DPD).

“Saya juga akan melakukan rapat dengan jajaran, dengan ketua DPD yang merepresentasi 34 provinsi di Indonesia, yang kemudian nanti malam saya akan lanjutkan dengan apel siaga,” terangnya.

AHY menyatakan dirinya melihat bahwa pertemuan yang juga digelar secara virtual itu adalah bentuk penegasan dirinya sebagai ketua umum PD yang sah, bukan Moeldoko. Bahwa dirinya adalah pimpinan tertinggi PD yang dinyatakan oleh negara dan pemerintahan, bersama jajarannya hingga tingkat terbawah.

Baca Juga :  Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Walau sebagai pensiunan perwira militer, berpangkat akhir mayor, namun dia tak segan untuk menyerang Moeldoko yang pernah menjabat sebagai panglima TNI dan berpangkat jenderal bintang empat. Menurutnya, Moeldoko menjadi ketua umum PD versi KLB bukan karena mencintai PD. Menurut AHY, Moeldoko disebutnya hanya ingin memiliki Partai Demokrat sebagai milik pribadinya saja.

“Katanya saudara Moeldoko itu mencintai Partai Demokrat. Katanya ada yang mengatakan mencintai itu tidak harus memiliki. Yang jelas KSP Moeldoko tidak mencintai, tapi ingin memiliki Partai Demokrat,” bebernya.

Selain itu, dia juga mengkritik para mantan kader PD yang dahulu meninggalkan partai itu, dan kini bergabung dengan Moeldoko di KLB. Menurutnya, para oknum tersebut meninggalkan PD saat terpuruk. Kini, AHY mengklaim PD naik daun lagi di bawah kepemimpinannya dan para oknum itu kembali lagi. Mereka disebutnya seolah-olah mencintai PD, padahal nyatanya tidak.

“Mereka mengatakan telah berkorban berjuang untuk Demokrat, padahal kenyataannya, ketika kita berjuang mereka ke mana saja? Mudah sekali keluar masuk partai, mudah sekali meninggalkan kita. Ketika kita sedang naik mereka kembali seolah-olah mencintai Partai Demokrat. Seolah-olah, saya ulangi, seolah-olah mencintai,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan melawan KLB dengan Moeldoko cs yang disebutnya sebagai sebuah upaya kudeta.

“Kalau kami diam, artinya sama saja bahwa PD juga membunuh demokrasi di negeri kita. Kalau kita diam, sama saja kita membiarkan,” tegasnya.


Photo Credit: Ketua Umum DPP Partai Demokrat versi Kongres V Jakarta tahun 2020 Agus Harimurti (AHY). FILE/IST. PHOTO

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?